Mensesneg: Rencana Pabrik Komponen Otomotif Pindah ke Vietnam Ditunda
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa rencana pemindahan dua perusahaan komponen otomotif dari Jawa Timur ke Vietnam untuk sementara ditunda.
Prasetyo yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menyampaikan hal itu di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/6).
>>> Hasil FP1 MotoGP Belanda: Bezzecchi Tercepat, Marquez Kecelakaan
"Alhamdulillah, tadi dilaporkan oleh teman-teman yang memang turun ke lapangan bahwa rencana perpindahan itu untuk sementara bisa ditunda, artinya tidak terjadi pemindahan ke Vietnam," ujarnya.
Pemerintah melalui Satgas Mitigasi PHK berupaya mendeteksi potensi PHK sedini mungkin. Langkah mitigasi kemudian dilakukan untuk mencari jalan keluar.
Prasetyo menegaskan satgas mulai bekerja memetakan permasalahan industri. Pemetaan diperlukan karena PHK tidak terkonsentrasi pada sektor tertentu dan penyebabnya beragam.
"Dua perusahaan otomotif itu berpindah oleh karena prinsipal atau investornya yang memutuskan ingin mengurangi atau memindahkan investasinya. Jadi permasalahan setiap perusahaan berbeda-beda," katanya.
>>> Tiket Konser 3 Hari BIGBANG di Korea Sold Out Hitungan Menit
Kemenperin Bantah Isu Relokasi
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah isu rencana hengkangnya fasilitas produksi dua industri komponen otomotif di Jawa Timur, PT JAI dan PT SAI, ke Vietnam.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyatakan kedua perusahaan tetap beroperasi normal dan berkontribusi pada ekspor nasional.
Pernyataan itu disampaikan setelah Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika menelusuri informasi di lapangan.
"Berdasarkan hasil penelusuran, kami sementara menyimpulkan bahwa belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam.
>>> Kode Resep Membuat Karakter Street Fighter 6, Tiru Popeye hingga Kratos
Tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan tersebut," kata Febri.
Update Terbaru
Timnas Iran Tegaskan Tolak Perayaan LGBT pada Laga Kontra Mesir di Seattle
Jumat / 26-06-2026, 19:04 WIB
Fitur Tersembunyi Gemini Ini Bisa Otomatiskan Tugas, Tapi Jarang Digunakan
Jumat / 26-06-2026, 19:02 WIB
Cara Dapatkan Bantuan Pangan Beras 30 Kg dan Minyak 4 Liter Tahun 2026
Jumat / 26-06-2026, 19:01 WIB
Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok, Khawatir Industri Kretek Terganggu
Jumat / 26-06-2026, 18:56 WIB
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
Jumat / 26-06-2026, 18:56 WIB
Suami Bupati Gowa Mengaku Baru Tahu Sudah Resmi Diceraikan, Ungkap Kesaksian di Sidang Pansus
Jumat / 26-06-2026, 18:56 WIB
Larissa Chou Bantah Isu Selingkuh usai Gugat Cerai Ikram Rosadi
Jumat / 26-06-2026, 18:52 WIB
Cara Cek Penerima PIP 2026 Online via SIPINTAR, Gunakan NISN dan NIK
Jumat / 26-06-2026, 18:42 WIB
5 Cara Membuat Warna Bibir Tampak Lebih Cerah dan Sehat
Jumat / 26-06-2026, 18:42 WIB
Mulai 1 Juli, Keberangkatan Umrah Lewat Terminal 2F Makin Nyaman
Jumat / 26-06-2026, 18:42 WIB
Lenovo Rilis Laptop dan Tablet Edisi Piala Dunia 2026, Harga Mulai Rp37 Jutaan
Jumat / 26-06-2026, 18:42 WIB
Komisi III Respons Survei Kepercayaan Polri Naik: Jangan Cepat Puas
Jumat / 26-06-2026, 18:42 WIB






