Perjalanan melawan kanker penuh dengan proses jatuh bangun.

Hal itu dirasakan oleh Askarina, penyintas kanker payudara yang berhasil melewati rangkaian terapi komprehensif di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS).

in1

>>> Jio Call Agent dan MyJio AI: Inovasi Layanan Digital di AGM ke-49

Salah satu penunjang penting dalam terapinya adalah pemeriksaan PET-CT Scan di Poli Kedokteran Nuklir MHJS.

Pemeriksaan ini mampu mendeteksi penyebaran (metastasis) kanker ke tulang dan hati, sehingga terapi berjalan tepat dan terukur.

Bagi Askarina, pengalaman menjalani PET-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan memiliki kesan berbeda.

"Proses pemeriksaan tidak neko-neko dan berlangsung cepat, karena semuanya sudah dijelaskan dengan jelas dari awal," ungkapnya, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, perjalanan melawan kanker bukan sekadar terapi, tetapi pengalaman berarti melalui hubungan erat dengan dokter yang mendampinginya, dr. Martha Iskandar, Sp.

PD, KHOM. "Dokter Martha benar-benar selalu ada buat saya.

Kalau ada berita buruk, beliau menyampaikannya dengan segenap hati supaya saya nggak kaget.

Saat saya stres, beliau datang untuk menghibur, dan kalau ada berita bagus pun, beliau sama senangnya dengan saya," tutur Askarina.

Ia juga mengaku lebih tenang sebelum pemeriksaan berkat dukungan tim perawat. "Saya amazed ketika berada di ruang tunggu setelah disuntikkan FDG.

Ada perawat yang membantu mematikan lampu ruangan, sehingga saya bisa benar-benar rileks, dan para dokter bisa membaca hasil pemeriksaan lebih jelas karena otak lebih rileks," terangnya.

Peran PET-CT dalam Penanganan Kanker Modern

dr. Martha Iskandar, Sp.

PD, KHOM, yang mendampingi Askarina selama kurang lebih dua tahun terapi, mengungkapkan bahwa Askarina awalnya datang dalam keadaan rapuh.