Butter dan margarin merupakan dua bahan yang kerap digunakan dalam masakan dan pembuatan kue. Meski tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang memengaruhi hasil akhir makanan.

Perbedaan tersebut terletak pada bahan baku, rasa, aroma, tekstur, hingga kandungan gizinya. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing, Anda bisa memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan.

>>> 5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal

Perbedaan Butter dan Margarin

Butter atau mentega dibuat dari krim atau susu sapi yang dikocok hingga lemak susu terpisah. Kandungan lemak susunya minimal 80 persen.

Margarin dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit, kedelai, atau kanola yang diemulsikan hingga bertekstur padat.

Dari segi tekstur, butter lebih lembut dan mudah meleleh, serta memiliki aroma susu yang khas.

Margarin cenderung lebih padat, stabil pada suhu ruang, dan biasanya diberi perisa serta pewarna agar menyerupai butter.

Rasa butter lebih gurih dan creamy karena berasal dari lemak susu alami. Margarin memiliki rasa yang lebih netral atau sedikit manis, tergantung tambahan perisa.

>>> Rumpon Portabel Beratraktor Suara Bantu Nelayan Toli-Toli Tingkatkan Tangkapan

Kandungan gizi keduanya juga berbeda.

Butter mengandung lemak jenuh dan kolesterol dari susu, sedangkan margarin umumnya bebas kolesterol dan lebih rendah lemak jenuh karena berbasis nabati.

Dalam pengolahan makanan, butter lebih cocok untuk memanggang kue yang membutuhkan tekstur renyah dan aroma khas. Margarin lebih stabil untuk menumis atau menggoreng karena titik asapnya lebih tinggi.

Untuk olesan roti, butter memberikan rasa yang lebih kaya, sementara margarin lebih praktis dan tahan lama pada suhu ruang.

>>> Film Solo Leveling: Beyond the System Jadi Kelanjutan Cerita Jinwoo

Dengan memahami perbedaan ini, Anda tidak akan lagi keliru memilih butter atau margarin untuk setiap kebutuhan memasak dan membuat kue.