Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, melontarkan kritik pedas kepada FIFA setelah badan sepak bola dunia itu membatalkan hukuman larangan bermain striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Menurut Solbakken, keputusan tersebut merupakan kesalahan besar yang berpotensi mencoreng integritas kompetisi.

>>> Dan Fogler Debut sebagai Torrhen Manderly di House of the Dragon Season 3

Ia bahkan menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang sangat buruk dan dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan sepak bola.

Kronologi Pencabutan Hukuman Balogun

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penyerang AS itu diusir wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic.

Namun, hukuman tersebut berubah setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan berkomunikasi dengan FIFA.

FIFA akhirnya mengubah sanksi Balogun menjadi hukuman percobaan satu tahun, sehingga ia tetap bisa tampil melawan Belgia di babak 16 besar.

Keputusan itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Asosiasi Sepak Bola Belgia yang melayangkan protes resmi.

Solbakken ikut mengecam langkah FIFA meski timnya sudah memastikan tiket ke perempat final setelah menyingkirkan Brasil.

>>> Rekomendasi 50+ Nickname ML Simple, Keren, dan Aesthetic

"Saya pikir itu adalah kesalahan besar dari FIFA. Saya rasa itu bukan keputusan yang tepat," kata Solbakken usai laga.

"Dia sudah mendapat kartu merah dan VAR juga menyimpulkan itu memang kartu merah. Dia dikeluarkan dari lapangan, yang berarti seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan."

"Yang benar-benar buruk dari situasi ini adalah seolah-olah hanya Amerika Serikat yang mendapatkan perlakuan seperti itu."

Solbakken menilai keputusan FIFA membuka peluang perlakuan berbeda terhadap kasus serupa di masa mendatang.

Ia mempertanyakan apakah setiap kartu merah nantinya juga bisa dibatalkan melalui mekanisme yang sama.

Menurutnya, jika Amerika Serikat menang melawan Belgia, kontroversi ini akan selalu membayangi mereka.

>>> Profil Grace Resident Evil: Karakter Paling Penakut dalam Sejarah Franchise

"Ini jelas tidak baik untuk olahraga sepak bola," tegasnya.