Divisi pembuatan chip Samsung Electronics, Samsung Foundry, dilaporkan mencatat laba bulanan pada Juni 2026. Ini merupakan pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir divisi tersebut membukukan keuntungan.

Menurut laporan Bloter, kebangkitan ini didorong oleh utilisasi yang lebih tinggi pada proses 4nm. Peningkatan produksi HBM base dies dan perbaikan hasil produksi (yield) menjadi faktor utama.

>>> PM Modi Resmikan Fasilitas CG SEMI OSAT di Sanand, Targetkan Lima Pabrik Semikonduktor pada 2026

HBM base die adalah chip logika yang berada di bawah lapisan DRAM bertumpuk dalam paket HBM. Chip ini mengelola komunikasi antara memori HBM dan GPU.

Samsung Foundry memproduksi base die tersebut untuk divisi memori Samsung, yang memasok chip DRAM dan HBM untuk akselerator AI.

Pelanggan HBM Samsung meliputi AMD, Google, dan Nvidia.

Jika tren ini berlanjut, Samsung Foundry berpotensi mencatat laba kuartalan pada kuartal ketiga 2026. Sebelumnya, divisi ini kehilangan pelanggan besar seperti Nvidia dan Qualcomm yang beralih ke TSMC.

>>> Dreame L50 Plus dan L50: Robot Vacuum dengan Hisap 25.000Pa Diluncurkan di India

Namun, awal tahun ini Samsung berhasil mengamankan kontrak manufaktur chip senilai $16,5 miliar dari Tesla. Kesepakatan itu disebut-sebut mulai memperbaiki kinerja keuangan divisi tersebut.

Meski Samsung tidak merinci hasil keuangan terpisah untuk bisnis foundry, analis memperkirakan kerugian operasional gabungan divisi Foundry dan System LSI mencapai KRW 2,5 triliun pada 2023, KRW 5,3 triliun pada 2024, dan KRW 6 triliun pada 2025.

Kabar terbaru menyebut Samsung Foundry berpotensi mendapatkan kontrak dari perusahaan AI seperti Anthropic dan Meta. Jika terealisasi, profitabilitas perusahaan asal Korea Selatan itu bisa semakin meningkat.

Namun, tantangan masih ada.

>>> 9 Rekomendasi Moisturizer untuk Menghilangkan Bruntusan

Intel Foundry muncul sebagai pesaing tak terduga, dan Apple dilaporkan mempertimbangkan Intel Foundry untuk memproduksi sebagian chip masa depannya.