Iran tengah menyiapkan tarif baru bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, China dan negara-negara sahabat lainnya akan mendapatkan pertimbangan khusus.

Hal itu disampaikan Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, dalam Forum Perdamaian Dunia di Beijing pada Sabtu (4/7).

>>> Netflix Prancis Gugat Aturan Investasi Konten Lokal yang Dianggap Berlebihan

Fazli mengatakan Iran bekerja sama dengan Oman dalam pengaturan baru untuk Selat Hormuz.

"Sebagai negara di mana Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan. Namun biaya tersebut bukanlah pungutan," ujarnya.

Pengaturan baru ini mencakup jaminan keamanan jalur pelayaran, pengawasan kapal, serta penanganan dampak lingkungan dari banyaknya kapal yang melintas.

>>> Moonlight Peaks Rilis Fisik di Jepang untuk Nintendo Switch 2 dan Switch dengan Dukungan Bahasa Inggris

Kantor berita NourNews Iran mengutip pernyataan Fazli bahwa "pertimbangan khusus" akan diterapkan kepada China dan negara sahabat lainnya dalam menentukan tingkat dan jenis biaya layanan.

Sebelum perang, seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia dikirim melalui Selat Hormuz.

April lalu, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan di selatan Iran untuk membendung ekspor minyak Iran.

>>> Samsung Berpotensi Raup Laba Lebih Besar dari Akumulasi 40 Tahun pada 2026

Fazli menekankan bahwa selat tersebut telah menjadi "masalah keamanan" sejak perang empat bulan terakhir. Iran dan Oman telah membentuk komite bersama untuk mengelola jalur air strategis ini.