Pemerintah Indonesia akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kehadiran Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, dalam prosesi penghormatan mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang sempat menjadi sorotan publik.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Indonesia sejak awal sudah menerima undangan resmi dari pemerintah Iran untuk menghadiri upacara tersebut.

>>> Keychron Luncurkan Docking Station Pertama dengan 14 Port dan Bodi Aluminium

Namun, pemerintah memutuskan tidak mengirimkan utusan khusus dan memilih Duta Besar RI di Teheran sebagai representasi resmi karena sejumlah pertimbangan teknis dan agenda kenegaraan di dalam negeri.

"Jadi kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut.

Dan pada saat itu kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili Pemerintah Indonesia adalah duta besar Indonesia yang ada di Iran," ujar Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Sugiono menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh padatnya agenda pemerintah yang bersamaan dengan persiapan kunjungan kenegaraan di Indonesia.

Ia menyebut sejumlah pejabat kunci tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu tersebut.

"Dengan berbagai pertimbangan teknis, karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana," lanjutnya.

Situasi kemudian berubah setelah pemerintah Indonesia menerima informasi tambahan dari pihak Iran pada 2 Juli 2026.

>>> Momen Neymar Dipeluk Pacar Usai Brasil Kalah di Piala Dunia 2026

Teheran disebut hanya memberikan akses kehadiran kepada pejabat yang berada di atas level duta besar, sehingga Indonesia tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan penyesuaian delegasi.