SK Hynix Bersiap IPO Rp 29 Miliar di Nasdaq, Uji Pasar AI
Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, bersiap mencatatkan sahamnya di Nasdaq pada Jumat pekan ini.
Target dana yang dihimpun mencapai 29 miliar dolar AS, menjadikannya penawaran saham perdana terbesar oleh perusahaan asing.
>>> MKGR Gelar Mubeslub untuk Pilih Ketum Baru Gantikan Adies Kadir
Langkah ini mengikuti lonjakan saham SK Hynix di bursa Korea Selatan yang melesat 770% dalam 12 bulan terakhir.
Kenaikan itu terjadi meski sempat terkoreksi 20% dari puncak rekor pada Juni.
Pertumbuhan SK Hynix bahkan melampaui pesaingnya, Micron Technology, yang mencatat kenaikan 700% pada periode yang sama.
Produsen memori ini menjadi pemasok utama high-bandwidth memory untuk Nvidia, raksasa kecerdasan buatan.
Barometer Pasar AI
Para analis keuangan memandang IPO ini sebagai barometer penting untuk mengukur arah pasar teknologi. Apakah tren kenaikan dapat berlanjut atau justru berbalik arah.
Pengaruh global SK Hynix terlihat bulan lalu ketika pernyataan perusahaan tentang rencana memperlambat produksi memori AI menyebabkan indeks saham global turun signifikan.
>>> Polda Jatim Kejar Pelaku Pembunuhan Sekdin Bangkalan
Capital Economics menyebut fluktuasi tajam itu sangat mengkhawatirkan bagi investor global. Menurut mereka, aksi jual cepat seperti itu biasanya hanya terjadi saat resesi ekonomi parah.
“Volatilitas ini, menurut kami, bukti adanya gelembung berlebihan dan mempertanyakan keberlanjutan reli ini,” ujar James Reilly, ekonom senior Capital Economics.
Turbulensi serupa juga terjadi pada SpaceX yang baru saja mengakuisisi xAI dan melaksanakan peluncuran publik senilai 86 miliar dolar.
Saham SpaceX sempat naik tajam sebelum turun mendekati harga penutupan hari pertama.
Gangguan pasar ekuitas ini mengubah jadwal sektor teknologi secara lebih luas. OpenAI dilaporkan mempertimbangkan menunda IPO hingga 2027.
>>> Pelatih Norwegia: FIFA Buat Kesalahan Besar dengan Menganulir Kartu Merah Balogun
Perubahan ini terjadi saat investor global semakin mempertanyakan apakah laba perusahaan dapat memenuhi ekspektasi tinggi yang terbentuk selama puncak ekspansi teknologi.
Update Terbaru
Badai Petir dan Panas Ekstrem Ancam Pantai Teluk dan Texas Timur
Senin / 06-07-2026, 20:08 WIB
Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Haru dan Bangga, Timnas Cape Verde Disambut Meriah Pulang ke Negaranya
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Hakim Tolak Praperadilan Ketum Kesthuri Tersangka Kuota Haji
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
OJK Pangkas Waktu Pembaruan SLIK Jadi 3 Hari Usai Utang Lunas
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Polri Usut Korupsi Batu Bara PLTU, Diduga Picu Blackout Jawa-Sumatra
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Pocketpair Sarankan Save Baru untuk Palworld 1.0 karena Ubahan Besar
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz, Negara Sahabat Dapat Harga Khusus
Senin / 06-07-2026, 20:03 WIB
Netflix Prancis Gugat Aturan Investasi Konten Lokal yang Dianggap Berlebihan
Senin / 06-07-2026, 20:03 WIB
Moonlight Peaks Rilis Fisik di Jepang untuk Nintendo Switch 2 dan Switch dengan Dukungan Bahasa Inggris
Senin / 06-07-2026, 20:03 WIB
Samsung Berpotensi Raup Laba Lebih Besar dari Akumulasi 40 Tahun pada 2026
Senin / 06-07-2026, 20:01 WIB
Road to Success Cetak Rekor Popularitas iQIYI di Hari Pertama
Senin / 06-07-2026, 20:00 WIB
HP HyperX OMEN 16 VALORANT Edition Resmi Meluncur di India
Senin / 06-07-2026, 20:00 WIB
2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu untuk Percepat Pemulihan Terumbu Karang
Senin / 06-07-2026, 20:00 WIB







