PT Bach Multi Global Tbk (BACH) merevisi jadwal penawaran umum perdana saham (IPO) sekaligus menetapkan harga final penawaran sebesar Rp442 per saham.

Dengan harga tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp271,83 miliar dari pelepasan 615 juta saham baru.

>>> Prediksi Belgia vs Senegal di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jumlah itu setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perubahan Jadwal IPO

Perubahan harga juga diikuti penyesuaian jadwal pelaksanaan IPO.

Perseroan kini memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026, mundur satu hari dari target sebelumnya pada 29 Juni.

Masa penawaran umum bergeser menjadi 2-6 Juli 2026.

Sementara itu, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 8 Juli 2026, dari sebelumnya 7 Juli 2026.

>>> Said Iqbal Akan Temui Bahlil Bahas Harga LNG US$13 per MMBTU untuk Seluruh RI

Sebelumnya, dalam prospektus awal, perseroan menawarkan saham pada kisaran harga Rp400-Rp500 per saham. Potensi dana yang dihimpun saat itu diperkirakan Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar.

Setelah proses bookbuilding, harga final ditetapkan di Rp442 per saham. Nilai emisi pun menjadi sekitar Rp271,83 miliar.

Penggunaan Dana IPO

Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sekitar Rp91,02 miliar untuk membayar sebagian pinjaman jangka panjang kepada PT Bank Permata Tbk.

Sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset yang akan dijual maupun disewakan.

BACH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

>>> MenPAN RB Dorong Integrasi AI dalam Tata Kelola GCG untuk Bangun Kepercayaan Publik

Perseroan menilai prospek bisnis masih didukung meningkatnya kebutuhan pasokan listrik cadangan dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.