UEFA secara resmi mengecam keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Balogun mendapat kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar, 2 Juli lalu.

>>> AS Mulai Tinggalkan Israel? Ini Faktanya

FIFA kemudian menangguhkan hukuman tersebut, sehingga Balogun bisa bermain melawan Belgia pada Selasa (7/7) pagi WIB.

Kritik UEFA: FIFA Melewati Batas

Dalam pernyataan resmi, UEFA menyebut FIFA telah melewati batas dengan menangguhkan skorsing satu pertandingan Balogun selama satu tahun.

"Keputusan untuk menangguhkan sementara selama satu tahun skorsing satu pertandingan setelah kartu merah yang diberikan kepada Folarin Balogun telah melewati batas," bunyi pernyataan UEFA, Senin (6/7).

UEFA menegaskan bahwa sepak bola bergantung pada aturan untuk kompetisi yang adil. Menurut UEFA, kasus ini tidak terbuka untuk interpretasi.

>>> KPK Periksa Istri Polisi Terkait Aset Anggota DPR Heri Gunawan

"Ini adalah prinsip yang tertanam dalam peraturan, yang tidak dapat dikecualikan, apalagi di tengah turnamen, di mana beberapa pemain lain telah berada dalam situasi yang sama dan secara teratur menjalani skorsing mereka," tambah UEFA.

UEFA juga menyoroti dampak keputusan tersebut terhadap integritas Piala Dunia 2026. Menurut UEFA, langkah FIFA membuat kredibilitas kompetisi dipertanyakan.

"Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak," tulis UEFA.

UEFA menilai keputusan itu menciptakan preseden berbahaya. Situasi serupa di turnamen yang sama kini harus diperlakukan sama, yang merugikan kompetisi.

>>> DPRD DKI Minta Usulan Kenaikan Tarif Transjakarta dan Mikrotrans Dikaji Ulang

"Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini," pungkas UEFA.