Saya sudah mencoba hampir semua aplikasi musik utama di Android, dari Spotify hingga Amazon Music. Namun, YouTube Music perlahan menjadi yang paling sering saya gunakan.

Bukan hanya karena perpustakaannya yang besar, rekomendasi yang pintar, atau karena sudah termasuk dalam langganan YouTube Premium. Alasannya adalah cara Gemini bekerja dengan YouTube Music di Android.

>>> Baterai Pixel Saya Akhirnya Bertahan Seharian Berkat Satu Pengorbanan Ini

Keunggulan YouTube Music Sebelum Gemini

YouTube Music sudah memiliki beberapa keunggulan di Android sebelum Gemini hadir. Aplikasi ini sudah termasuk dalam langganan YouTube Premium yang saya bayar.

Perpustakaannya juga sangat besar.

Saya bisa menemukan lagu resmi, pertunjukan langsung, cover, remix, lagu daerah, podcast, dan bahkan unggahan acak yang biasanya tidak muncul di aplikasi musik lain.

YouTube Music juga terintegrasi dengan akun Google saya dan cocok dengan ekosistem Android.

Meski begitu, aplikasi ini tidak sempurna dan masih memiliki beberapa kekurangan dibanding Spotify yang terasa lebih mulus.

Integrasi Gemini Mengubah Segalanya

Integrasi Gemini ternyata lebih berguna dari yang saya perkirakan. Sebelumnya, saya harus membuka aplikasi, mencari playlist, atau mengingat nama lagu dengan tepat.

Itu mungkin tidak terdengar merepotkan, tetapi saat menyetir, berlari, atau menulis, beberapa ketukan tambahan terasa mengganggu. Dengan Gemini, saya bisa meminta apa yang saya inginkan dalam bahasa sehari-hari.

Saya tidak perlu berpikir seperti aplikasi lagi. Saya bisa berpikir seperti pendengar.

Saya bisa meminta Gemini memutar musik upbeat untuk perjalanan, lagu santai untuk menulis, lagu Bollywood lawas, artis tertentu, atau memberikan perintah samar untuk memulai lagu tertentu.

Gemini biasanya memahami suasana hati dan mengirimkan permintaan langsung ke YouTube Music.