Said Iqbal Respons Penyekapan 3 Karyawan Percetakan: Lawan!
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal merespons kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Jakarta Pusat.
Ia juga menanggapi pelaku penyekap yang melaporkan para korban dengan dugaan pencurian.
>>> Nadira Mahasiswi Telkom University Ditemukan Usai Hilang Seminggu
Said menegaskan para korban harus berani melawan pelaku penyekapan yang menjadi penindas mereka.
"Lawan! Apa urusannya?
Dia yang menindas, dia yang mau ngelapor-lapor kita. Saya sudah bilang (kepada) pak pengacara, 'jangan takut!'
Kamu berhadapan dengan negara. Saya kasih tahu pak presiden (Prabowo Subianto) nggak suka dengan cara-cara backing-backing terhadap rakyatnya.
Pak presiden itu cinta sama rakyatnya," ujar Said kepada wartawan di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/7).
Pihaknya menemukan fakta bahwa pelaku mengeksploitasi buruh dengan bayaran Rp500 ribu per bulan.
"Saya temukan fakta, hanya dibayar Rp500 ribu (per bulan). Sudahlah dibayar Rp500 ribu mengeksploitasi buruh, disekap pula dengan tuduhan mencuri.
Tidak diberi makan tiga hari. Yang begini nggak boleh terjadi republik yang kita cintai ini yang berdasarkan Pancasila," tegasnya.
Polisi Temukan Dugaan Penyekapan Serupa
Polda Metro Jaya mengungkap temuan baru dalam kasus penyekapan tiga karyawan Mauprint di Jakarta Pusat yang terjadi selama tiga pekan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pihaknya mendapati dugaan peristiwa penyekapan serupa sebelum menimpa ketiga korban ini.
"Di lokasi tersebut juga pernah terjadi peristiwa hukum atau perbuatan yang sama.
Namun terhadap informasi ini kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti lainnya," ujarnya kepada wartawan, dikutip Sabtu (4/7).
"Sehingga apabila ditemukan dugaan tindak pidana lain yang sama terhadap korban yang berbeda, tentunya penyidik juga akan melakukan upaya penyidikan secara maksimal," imbuhnya.
Update Terbaru
Timnas AS Hadapi Belgia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 21:15 WIB
Kebakaran Hutan Paksa Tour de France Larang Penonton di Prancis Selatan
Senin / 06-07-2026, 21:14 WIB
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Terdampak Divisi Xbox dan Penjualan
Senin / 06-07-2026, 21:14 WIB
Banggar DPR Pastikan Dana Transfer Daerah Naik di 2027
Senin / 06-07-2026, 21:14 WIB
Jatim Juara Adinata Syariah 2026 Berkat Inovasi Ekonomi dan Keuangan
Senin / 06-07-2026, 21:14 WIB
Dorong Inklusi Keuangan Syariah, Aceh Raih Anugerah Adinata Syariah
Senin / 06-07-2026, 21:14 WIB
Jatim Raih Anugerah Adinata Syariah 2026 untuk Zona Kuliner Halal
Senin / 06-07-2026, 21:14 WIB
Proyek Pusat Data TeraWulf di Kentucky Picu Penolakan Warga
Senin / 06-07-2026, 21:13 WIB
Menlu Sugiono Buka Suara soal Dubes RI Tak Dapat Akses ke Area Persemayaman Khamenei
Senin / 06-07-2026, 21:13 WIB
Sopir Mobil Listrik Ioniq Tabrak Lari di Jalan Layang Antasari Jaksel
Senin / 06-07-2026, 21:13 WIB
Jasmine Paolini Hadapi Alexandra Eala di Babak 16 Besar Wimbledon
Senin / 06-07-2026, 21:08 WIB
Kontroversi Cho Jin Woong Muncul Lagi Jelang 'Signal 2'
Senin / 06-07-2026, 21:07 WIB
Remaja Tenggelam dalam Perjalanan Duke of Edinburgh, Keluarga dan Sekolah Berduka
Senin / 06-07-2026, 21:07 WIB
Riau Raih Anugerah Adinata Syariah 2026 untuk Nilai Ekspor Halal Terbaik
Senin / 06-07-2026, 21:07 WIB







