>>> Pemakaman Ali Khamenei Dikawal Korps Mohammad Rasulollah, Apa Itu?

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengaku masih melakukan pemeriksaan kepada korban maupun tersangka secara intensif.

Sejauh ini diketahui bahwa peristiwa penyekapan serupa pernah terjadi dengan korban yang berbeda.

"Apabila nanti ada kemungkinan ada korban lain, kami akan melakukan upaya penyidikan yang berbeda dengan penyidikan yang saat ini sedang dilakukan," jelasnya.

Ia menjelaskan kepolisian juga mengimbau korban dari penyekapan bos Mauprint untuk melapor melalui 110.

Sehingga rangkaian peristiwa yang dilakukan tujuh tersangka akan diusut hingga tuntas.

Di sisi lain, ia memastikan penyidik sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memfasilitasi korban.

Selain itu, dari Bidang Psikologi SDM Polri juga telah melakukan pendampingan kepada korban.

"Apabila ada pertanyaan bahwa masih ada perasaan traumatik dari para korban sepanjang 21 hari mengalami proses penekanan dan penyiksaan ini, sesuatu hal yang menjadi perhatian kami yang itu juga menjadi objek dari koordinasi kami dengan LPSK," ujarnya.

Sebelumnya polisi menangkap tujuh orang tersangka dalam kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/6).

Salah satu yang ditangkap adalah pemilik percetakan Mau Print bernama MML alias Martin (40).

"Dalam hal ini bahwasanya telah diamankan tujuh orang yang diduga pelaku dalam hal peristiwa penyekapan tersebut, yaitu MML (40), AI (41), S (48), AYL (29), NHJ (42).

Kelima orang ini laki-laki. Dan dua lagi adalah perempuan, yaitu CML (37), dan II (36)," jelasnya.

Dijelaskan Reynold, penyidik menemukan bukti bahwa tersangka telah memeras ketiga korban dengan cara melakukan penyekapan dan beberapa kali penganiayaan sampai dengan pemasungan.

>>> FIFA Batalkan Larangan Folarin Balogun, Bisa Tampil Lawan Belgia

Bahkan, kaki korban dijerat dengan sling kabel baja agar tidak pergi atau berpindah tempat.