Said Iqbal Kesulitan Temui Menkeu Purbaya Bahas Pajak JHT
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan kesulitannya bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia ingin membahas usulan penghapusan pajak pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).
>>> Piala Presiden 2026 Digelar 25 Juli, Undang 3 Klub ASEAN
"Saya maaf ya, melalui kawan-kawan media nih. Udah dua kali, tiga kali saya minta ketemu Menteri Purbaya sebagai Penasihat Khusus Presiden.
Tapi enggak direspons," ujar Said di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/7).
Ia menegaskan posisinya setingkat menteri, sehingga pertemuan seharusnya bisa dilakukan secara setara.
"Saya dengan Pak Purbaya kan sejajar. Karena saya minta ketemu dia sebagai Penasihat Khusus Presiden, bukan sebagai KSPI.
Saya setingkat Menteri, beliau Menteri. Maka bukan seperti seseorang yang di luar pemerintahan," ungkap Said.
Usulan Penghapusan Pajak JHT
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu menolak pajak pencairan JHT karena dianggap memberatkan pekerja di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
"Itu tabungan sosial, masa negara tega orang nabung, keringetnya buruh, darahnya buruh, nabung kemudian dipotong pajak yang Rp50 juta ke atas (dipotong) 5 persen, di bawah Rp50 juta (dipotong) 0 persen," paparnya.
>>> China Uji Tembak Rudal dari Kapal Selam Nuklir di Samudra Pasifik
Said bersedia membahas kembali pajak JHT jika ekonomi sudah membaik. Namun saat ini ia meminta pajak JHT dan pesangon menjadi 0 persen.
Menurutnya, upah pekerja sudah dipotong PPh 21, sehingga pemotongan pajak saat pencairan JHT merupakan pajak berganda.
Usulan penghapusan pajak JHT merupakan bagian dari mitigasi untuk menekan gelombang PHK.
Langkah lain mencakup pencegahan relokasi industri, memastikan pembayaran pesangon, dan merevisi aturan outsourcing.
Said menilai ancaman PHK masih ada akibat perlambatan ekonomi global, daya beli melemah, dan relokasi produksi.
"Ancaman PHK memang masih ada di depan mata. Tetapi pemerintah bersama serikat buruh tidak tinggal diam.
Kami memilih turun langsung ke lapangan untuk melakukan mitigasi agar PHK dapat dicegah.
>>> Spanyol dan Portugal Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026
Kalau pun PHK tidak bisa dihindari, maka hak-hak pekerja harus dipastikan dibayar sesuai ketentuan," tandas Said.
Update Terbaru
David dan Victoria Beckham Rayakan Anniversary di Tengah Keretakan dengan Brooklyn
Senin / 06-07-2026, 16:03 WIB
Tuchel Puji Mentalitas Inggris Usai 10 Pemain Kalahkan Meksiko
Senin / 06-07-2026, 16:03 WIB
9 Ciri-Ciri Orang Bermental Tangguh, Apakah Kamu Termasuk?
Senin / 06-07-2026, 16:03 WIB
Rasio Valuasi S&P 500 Capai Level Tertinggi, Peringatkan Potensi Penurunan Pasar
Senin / 06-07-2026, 16:01 WIB
Love Island USA: Corbin dan Parmida Tersingkir Usai Voting Publik
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB
Norway Kalahkan Brazil, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB
Rupiah Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS Siang Ini
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB
Polisi Rekayasa Lalin Selama Kunjungan PM India Narendra Modi di Jakarta
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB
Iran Tutup Ruang Udara untuk Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB
Dasco Buka Suara soal Ucapan Ultah ke Nadiem: Itu Admin Baru
Senin / 06-07-2026, 16:00 WIB
Jaime Camil Jadi Miss Trunchbull di Matilda El Musical Tur Meksiko
Senin / 06-07-2026, 15:58 WIB
Ronaldo Buka-bukaan soal Pensiun usai Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 15:58 WIB
92 WN China Sindikat Penipu dan Judi Online Dilarang Permanen Masuk RI
Senin / 06-07-2026, 15:58 WIB
FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun Jelang Laga Lawan Belgia
Senin / 06-07-2026, 15:57 WIB







