Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya mengawal tiga program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat.

Realisasi program MBG di Jawa Tengah telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima manfaat melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

>>> BPK Diminta Beri Penjelasan atas Munculnya Nama Anggota di Sidang Korupsi Bea Cukai

Program tersebut melibatkan 18.854 pemasok lokal dan menciptakan lebih dari 193 ribu lapangan kerja.

"Program ini turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat," kata Purbaya dalam keterangan resmi, Minggu (5/7/2026).

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) terus melakukan pengawasan terhadap implementasi MBG.

Monitoring dilakukan langsung oleh Kantor Wilayah DJPb dan KPPN Jawa Tengah di sejumlah SPPG, antara lain SPPG Wonosari Gunting Klaten, SPPG Mertoyudan Sukorejo Magelang, dan SPPG Tengaran Bener Semarang.

Pendampingan ini diharapkan memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan, akuntabel, dan tepat sasaran, sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.

"DJPb agar memonitor seluruh program prioritas pemerintah, termasuk monitoring MBG secara nasional dan terstruktur," ucapnya.

Perkembangan KDMP dan Sekolah Rakyat

Purbaya juga mengunjungi KDMP untuk melihat perkembangan implementasi program yang ditujukan memperkuat ekonomi desa.

>>> Viral Warga Lampung Timur Tolak Bayar Pajak demi Bangun Jalan Swadaya, Bupati Respons

Hingga saat ini telah terbentuk 8.523 koperasi desa dan kelurahan di Jawa Tengah dengan total lebih dari 43 ribu volume transaksi.

Ia turut mencermati perkembangan Program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan.

Di Jawa Tengah, program tersebut telah berjalan di 16 kabupaten/kota dengan 16 lokasi sekolah dan 110 rombongan belajar yang melayani 3.080 siswa.

Di sisi lain, Purbaya menyampaikan bahwa kinerja APBN di Jawa Tengah hingga Semester I 2026 tetap terjaga meski perekonomian menghadapi tantangan.

Pendapatan negara telah mencapai 46,56 persen dari target atau tumbuh 13,33 persen secara tahunan (year-on-year).

Realisasi belanja negara mencapai 52,06 persen dari target, mencerminkan peran APBN yang optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Menurutnya, perbaikan kondisi ekonomi turut didukung oleh postur APBN yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jawa Tengah.

>>> Spesifikasi Moto G77 Power Resmi Terungkap Sebelum Peluncuran 8 Juli

"Kementerian Keuangan di Jawa Tengah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat," tuturnya.