Proyek Pusat Data TeraWulf di Kentucky Picu Penolakan Warga
Proyek pusat data senilai miliaran dolar di Hancock County, Kentucky, memicu penolakan keras dari masyarakat setempat. Kekhawatiran utama meliputi dampak infrastruktur dan risiko lingkungan.
Pengembang TeraWulf telah menandatangani perjanjian sewa jangka panjang 20 tahun dengan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. Proyek ini dibangun di lokasi bekas pabrik peleburan aluminium dekat Hawesville.
>>> Menlu Sugiono Buka Suara soal Dubes RI Tak Dapat Akses ke Area Persemayaman Khamenei
Menurut laporan courier-journal. com, proyek ini ditargetkan memasok daya hingga 400 megawatt pada awal 2028.
Meskipun menjanjikan pendapatan sewa sebesar 19 miliar dolar AS dan jutaan dolar dalam pajak lokal, petisi yang menuntut penghentian pembangunan telah mengumpulkan lebih dari 1.200 tanda tangan dari warga pedesaan yang berjumlah sekitar 9.000 jiwa.
Manfaat Ekonomi vs Kekhawatiran Warga
CEO TeraWulf, Paul Prager, menyatakan bahwa perjanjian jangka panjang ini menciptakan kerangka kerja untuk ekspansi di masa depan.
Ia menekankan nilai kemampuan perusahaan dalam menyediakan daya, mengembangkan infrastruktur, dan mengamankan komitmen pelanggan jangka panjang.
Pejabat perusahaan sebelumnya memproyeksikan manfaat finansial yang signifikan, termasuk 14,5 juta dolar AS per tahun dari pajak penjualan negara bagian dan 7 juta dolar AS untuk pajak sekolah.
Namun, penolakan lokal tetap kuat karena permintaan listrik dan utilitas yang sangat besar untuk mengoperasikan pusat data AI.
Untuk mengatasi kecemasan masyarakat, eksekutif perusahaan menyatakan bahwa mereka secara aktif berinteraksi dengan kelompok lokal terkait ekspansi industri ini.
>>> Sopir Mobil Listrik Ioniq Tabrak Lari di Jalan Layang Antasari Jaksel
Chief Strategy Officer TeraWulf, Kerry Langlais, mengatakan perusahaan bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal, anggota masyarakat, dan mitra utilitas untuk memastikan proyek dikembangkan secara bertanggung jawab dan transparan.
Update Terbaru
Kebakaran Besar di Dekat Bandara Majorca, Truk Meledak
Senin / 06-07-2026, 22:13 WIB
Bank Aladin Syariah Raih Penghargaan Digital Islamic Banking 2026
Senin / 06-07-2026, 22:13 WIB
Allianz Syariah Raih Penghargaan Literasi Keuangan di Anugerah Adinata 2026
Senin / 06-07-2026, 22:13 WIB
Bank BJB Syariah Raih Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
Prediksi AS vs Belgia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Kalteng Naik Pangkat Luar Biasa
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
Kemendagri Dorong Pemda Pastikan Usulan Bedah Rumah Tepat Sasaran
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Mulai Kembangkan One UI 9.0 untuk Galaxy A36
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Art Store Tambah 33 Karya Seni Amerika dari Whitney Museum
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
Efek Tak Terduga Makan Wortel Setiap Hari pada Kulit
Senin / 06-07-2026, 22:07 WIB
Sinopsis Love for You, Drama China Song Weilong dan Zhang Jingyi
Senin / 06-07-2026, 22:03 WIB
5 Krim Cysteamine Rekomendasi Dokter untuk Memudarkan Flek Hitam
Senin / 06-07-2026, 22:03 WIB
4 Hal Penting Sebelum Berangkat ke Jepang agar Hemat Biaya
Senin / 06-07-2026, 22:03 WIB
3 Krim Apotek Pencerah Wajah Tanpa Resep Dokter, Ampuh Hempas Noda Hitam
Senin / 06-07-2026, 22:01 WIB







