Saham Nvidia hampir tidak bergerak sepanjang tahun ini, hanya naik 5% hingga 4 Juli 2026.

Kinerja itu tertinggal dari indeks S&P 500 yang naik hampir 10% pada periode yang sama.

>>> Menteri LH: Titik Api Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 3,6 Persen

Stagnasi ini terjadi setelah Nvidia mencatatkan pengembalian pasar yang luar biasa selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.

Kini muncul perdebatan di kalangan investor apakah harus menjual atau membeli saat harga turun.

Meski harga saham lesu, belanja infrastruktur dari perusahaan hyperscaler AI terus deras.

Mereka diperkirakan mengeluarkan $650 miliar untuk pusat data tahun ini dan hingga $1 triliun tahun depan, menurut laporan finance.

yahoo. com.

Pendapatan Nvidia Melonjak

Laporan keuangan dari 247wallst. com menunjukkan pendapatan Nvidia kuartal pertama fiskal 2027 mencapai $81,61 miliar.

>>> Adu Tajam Vinicius vs Haaland di Brasil vs Norwegia, Siapa Menang?

Angka itu naik 85,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen pusat data menyumbang $75,25 miliar dari total pendapatan, naik 92%. Sementara itu, pendapatan dari jaringan dalam segmen tersebut mencapai $14,8 miliar.

Manajemen Nvidia memproyeksikan pendapatan kuartal kedua mencapai $91 miliar.

Namun, perusahaan tidak mencatat pendapatan dari pengiriman komputasi pusat data ke China akibat pembatasan ekspor yang semakin ketat.

Saat ini, Nvidia diperdagangkan pada 21,7 kali laba masa depan, mendekati rata-rata sektor semikonduktor. Target konsensus analis untuk saham ini berada di $301,62.

>>> DLH Kota Tangerang Perkuat Mitigasi Kebakaran di TPA Rawa Kucing

Dewan direksi Nvidia telah mengotorisasi tambahan pembelian kembali saham senilai $80 miliar dan menaikkan dividen dari $0,01 menjadi $0,25 per saham.