Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengungkapkan perkembangan signifikan dalam pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Memasuki hari keenam pada Minggu (5/7), titik api yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 3,6 persen atau 1,68 hektare dari total 18 hektare area yang sebelumnya terbakar.

>>> Adu Tajam Vinicius vs Haaland di Brasil vs Norwegia, Siapa Menang?

"Tadinya sekitar 70 persen daerah ini membara.

Kemudian secara bertahap, kerja keras dimatikan, diberi air dari bawah, disuntik ke bawah, dari atas helikopter jalan terus, pemadam kebakaran dan sebagainya, maka sekarang tinggal 3,6 persen.

Artinya ini suatu angka yang luar biasa," ujar Jumhur usai meninjau TPA Jatiwaringin.

Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman menggunakan metode injeksi, yaitu menyuntikkan air langsung ke dalam timbunan sampah untuk memadamkan bara api di bawah permukaan.

>>> DLH Kota Tangerang Perkuat Mitigasi Kebakaran di TPA Rawa Kucing

"Lalu ada tim Manggala Agni yang melakukan injeksi (pemadaman dari bawah).

Teorinya harusnya mati, tapi kalau panas terus menerus, potensi terbakar lagi ada kalau kita tidak waspada," jelas Jumhur.

Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) dan hingga hari keenam masih dalam proses penanganan.

>>> Pemerintah Masih Susun Skenario Pelibatan Kantin Sekolah dalam MBG

Operasi pemadaman melibatkan petugas pemadam kebakaran, BNPB, Manggala Agni, alat berat, serta helikopter water bombing untuk mengendalikan api yang membakar timbunan sampah.