Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengecam dugaan kasus korupsi seragam sekolah yang menyeret Bupati Langkat Syah Afandin.

Satriwan menilai kasus tersebut kian merugikan para orang tua siswa di tengah tingginya biaya pendidikan.

>>> Cape Verde Disambut Bak Pahlawan usai Tampil Memikat di Piala Dunia

"Kami sebagai organisasi pendidikan dan guru sangat mengecam pristiwa terjadinya korupsi pakaian ya.

Atau seragam sekolah baik SD, SMP dan seterusnya jelas ini merugikan para orang tua murid di tengah biaya pendidikan yang masih mahal ya," ujar Satriwan dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Dia mengamini korupsi masih menjadi momok dalam tata kelola pendidikan nasional. Banyak kepala daerah yang memanfaatkan anggaran pendidikan sebagai celah untuk korupsi.

"Ternyata yang menikmati seragam tersebut adalah kepala daerah yang mengambil peluang atau ceruk korupsi dari pengadaan seragam tersebut," ujarnya.

Dia mendorong KPK dan Kejaksaan Agung terus mengawasi proyek pengadaan di sektor pendidikan, dan meminta orang tua siswa tak segan melaporkannya.

"Dan jangan takut orang tua murid melaporkan, karena kalau di dunia pendidikan sudah korupsi bagaimana pembangunan kerakter, integritas, dan kejujuran," katanya.

Satriwan mendesak aparat penegak hukum menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Kami mendesak aparat penegak hukum betul-betul tegas ya menindak kasus ini.

>>> Halo Studios Pastikan Rilis Fisik untuk Halo: Campaign Evolved di Tengah Tren Digital

Agar anggaran pendidikan yang sangat besar bisa benar-benar memenuhi hak murid dan guru demi mencapai kualitas mutu pembelajaran," ujarnya.

Afandin sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (2/7).

Dalam operasi senyap tersebut, KPK turut menemukan barang bukti dugaan tindak pidana berupa uang senilai ratusan juta rupiah.