Kucing Pallas (Otocolobus manul) mungkin terlihat seperti boneka berbulu tebal, tetapi ia adalah salah satu kucing liar tertua di dunia.

Garis keturunannya mencapai 5,2 juta tahun yang lalu, menjadikannya spesies kucing paling primitif yang masih hidup.

>>> Isaac Del Toro Jadi Pembalap Meksiko Ketiga yang Tampil di Tour de France

Studi genetik menunjukkan bahwa kucing Pallas berpisah dari nenek moyang macan tutul sekitar 5,2 juta tahun lalu.

Perbedaan evolusi awal ini membuatnya menjadi salah satu kucing paling kuno yang masih berkeliaran di bumi.

Ciri Fisik yang Unik

Berbeda dengan kucing kecil lain yang memiliki pupil celah, kucing Pallas memiliki pupil bulat. Adaptasi ini membantunya memperkirakan jarak di padang rumput terbuka yang luas.

Telinganya yang bulat dan terletak rendah di kepala memungkinkannya mengintai mangsa tanpa terdeteksi. Saat stres atau bersemangat, suaranya lebih mirip gonggongan anjing kecil daripada meongan kucing.

Meskipun tampak besar karena bulunya yang tebal, ukuran tubuhnya sebenarnya sebesar kucing rumahan biasa. Bulu lebatnya sangat penting untuk melindungi dari suhu dingin ekstrem di dataran tinggi Asia.

Warna bulunya berubah sesuai musim, dari abu-abu menjadi krem muda untuk menyamarkan diri di bebatuan. Ujung rambutnya berwarna putih, memberikan efek berbintik yang menyatu dengan lingkungan.

Ekornya yang lebat, setengah panjang tubuhnya, berfungsi sebagai bantalan termal. Kucing ini sering duduk di atas ekornya sendiri untuk melindungi kaki dari tanah yang membeku.

>>> Badai Petir dan Banjir Ancam New Jersey, 120.000 Pelanggan Padam

Kaki pendeknya tidak cocok untuk berlari cepat, tetapi ideal untuk berburu dengan cara mengendap-endap. Tubuh yang kompak membantu mengurangi kehilangan panas dan memudahkan gerakan di celah-celah berbatu.