Otoritas satwa liar Tasmania mengeluarkan peringatan mendesak pada 2 Juli 2026 agar publik menjaga jarak aman dari seekor anjing laut gajah selatan bernama Neil.

Hewan seberat 1.000 kilogram itu telah menarik perhatian besar setelah video interaksinya dengan infrastruktur menjadi viral di media sosial.

>>> Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei

Petugas melaporkan adanya insiden di mana orang membawa bayi kecil dan hewan peliharaan mendekati hewan tersebut untuk berfoto.

Neil Jadi Ikon Lokal

Dale Creamer, warga setempat yang mendokumentasikan hewan itu di media sosial, mengatakan Neil telah menjadi ikon bagi komunitas.

"Dia selalu menjadi sedikit ikon," kata Creamer. Ia menambahkan bahwa Neil telah melekat dalam identitas budaya setempat bersama simbol-simbol terkenal lainnya.

Banyak orang membandingkan kebiasaan sehari-hari Neil dengan rutinitas mereka sendiri. "Saya pikir orang bisa merasa terhubung dengannya," ujar Creamer.

Peringatan Ahli

Dr. Kris Carlyon dari Departemen Sumber Daya Alam Tasmania menjelaskan bahwa kekaguman publik justru dapat membahayakan nyawa hewan tersebut.

"Kami telah melihat contoh di seluruh dunia di mana hewan besar dan berbahaya harus dieutanasia jika ada perilaku berisiko dari publik," kata Carlyon.

Ia menekankan bahwa meskipun Neil tampak jinak, ia tetaplah karnivora liar yang kuat. "Dia bisa terlihat lucu dan tenang, tapi dia adalah predator laut besar," ujarnya.

Carlyon menyebut ketenaran Neil sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi meningkatkan kesadaran akan spesies terancam, namun di sisi lain mendorong perilaku manusia berisiko.

Ia mencontohkan orang yang membawa bayi kecil mendekat hanya untuk mendapatkan foto Instagram. "Neil tidak agresif secara inheren, tapi dia akan mempertahankan ruangnya," jelas Carlyon.