Sebuah kelompok berkumpul di Cary pada Selasa untuk pemutaran perdana dokumenter yang mengisahkan seorang wanita yang hidupnya berubah selamanya karena kembang api lilin (sparkler).

Dokumenter tersebut mengikuti perjalanan Ginger Peters, yang hampir kehilangan nyawa setelah percikan kembang api lilin membakar gaun yang ia kenakan saat merayakan ulang tahunnya.

>>> Bank Jakarta Fokus pada Optimalisasi Keamanan Siber dalam Transformasi Digital

Di sebuah stasiun pemadam kebakaran Cary, Peters berterima kasih kepada petugas pertama, tim medis, dan anggota komunitas yang membantu menyelamatkan hidupnya dan mengembalikannya ke keluarganya.

Petugas pemadam kebakaran, profesional EMS, dokter, perawat, spesialis perawatan luka bakar, dan anggota komunitas berkumpul untuk menghormati pemulihan Peters.

Peters menunjukkan beberapa bekas luka bakar yang tersisa, menekankan pesan keselamatan kembang api dan pengambilan keputusan yang cerdas menjelang akhir pekan Hari Kemerdekaan.

"Pada 19 September, hidup saya berubah dalam sekejap," kata Peters. "Sejak saat itu, ada rangkaian orang yang turun tangan."

Peters merayakan ulang tahunnya di halaman belakang rumahnya pada September 2025 ketika satu percikan jatuh ke ujung gaunnya.

Gaun itu terbakar, dan Peters dilalap api beberapa saat kemudian.

Saat tim darurat tiba, 40% tubuh Peters telah terbakar. Ahli bedah kemudian menggunakan tambahan 20% kulitnya untuk pencangkokan.

"Anda sedikit di atas 50 persen, dan kebanyakan orang tidak bisa melewati 50 persen," jelas suaminya, Allen Peters.

Pada acara Save-A-Life khusus, pejabat pemadam kebakaran negara bagian menggunakan kisah Peters untuk mendorong keselamatan kembang api menjelang liburan.

Peters menjalani perawatan dan pemulihan berbulan-bulan setelah cairan terkumpul di sekitar paru-parunya dan kondisinya memburuk. Ia akhirnya ditempatkan pada alat bantu hidup.