Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa Timur, Ratusan Ribu Jiwa Terancam
Gelombang panas ekstrem melanda Eropa Timur pada akhir Juni 2026, memecahkan rekor suhu dan menyebabkan ribuan kematian.
Lebih dari 130 juta orang di kawasan itu mengalami suhu di atas 35 derajat Celsius.
>>> Cara Cepat Dapatkan Saldo DANA 10K dengan Menonton 1 Episode Drama
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 kematian berlebih sejak 21 Juni. Di Prancis, jumlah kematian harian melonjak hingga 1.400 jiwa pada puncak gelombang panas.
Layanan Pemakaman Kewalahan
Layanan pemakaman dan kamar mayat di Paris kehabisan kapasitas. Otoritas setempat terpaksa menyediakan unit pendingin sementara.
Zouhaeir Hertelli, direktur layanan pemakaman dekat Bandara Orly Paris, mengatakan ruang pendinginnya yang berkapasitas 32 peti sudah penuh.
"Kami menghadapi situasi yang sangat buruk," ujarnya.
Hertelli menambahkan bahwa jenazah harus diangkut hingga 80 kilometer dari Paris karena kurangnya tempat penyimpanan. Ia telah meminta otorisasi darurat untuk memasang kontainer pendingin eksternal.
Véronique Bertrand, direktur pemakaman Paris lainnya, mengatakan sebagian besar korban adalah lansia yang tinggal sendiri. "Tidak ada kesimpulan lain selain kematian akibat panas," katanya.
Bertrand menekankan pentingnya solidaritas masyarakat untuk melindungi tetangga rentan yang tinggal sendiri. "Orang-orang perlu sadar, solidaritas harus kembali," ujarnya.
>>> Pengujian One UI 9.0 Meluas ke Ponsel Galaxy Murah
Rekor Suhu dan Peringatan
Layanan cuaca nasional mencatat suhu belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk rekor nasional sementara 41,9 derajat Celsius di Doksany, Ceko, dan 41 derajat Celsius di Turna nad Bodvou, Slowakia.
Institut Hidrometeorologi Ceko menyebut pemecahan rekor sebesar 1,5 derajat Celsius sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Durasi gelombang panas juga luar biasa.
Perdana Menteri Hongaria Peter Magyar memperingatkan dua hari terberat akan datang. Ia memerintahkan pegawai negeri untuk bekerja dari jarak jauh.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat di Bumi, dua kali lipat rata-rata global.
"Stres panas sering disebut 'pembunuh diam-diam'," katanya.
>>> Sinopsis Spider-Man: Homecoming di Bioskop Trans TV Hari Ini
Kelompok ilmuwan World Weather Attribution mencatat bahwa dengan pemanasan global 1,4 derajat Celsius, panas ekstrem sudah mencapai batas kemampuan masyarakat untuk beradaptasi.
Update Terbaru
Gaya Sporty Luxe Olla Ramlan Dukung Tristan Molina di Hyrox Jakarta 2026
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Plot Twist! Wanita Hadiri Baby Shower Simpanan Suaminya Sendiri
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Mulai Agustus, Shopee cs Bakal Pungut Pajak Seller Online
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Deepal S05 Masih CBU dari Thailand, Ini Penjelasan Changan
Rabu / 01-07-2026, 19:35 WIB
Rockstar Bersedia Temui Perwakilan Serikat Pekerja Usai Tuntutan Pengakuan dari Developer GTA 6
Rabu / 01-07-2026, 19:29 WIB
Kritik Pedas Internal Pragmata: Developer Dianggap 'Tidak Kompeten' dalam Level Design
Rabu / 01-07-2026, 19:29 WIB
Leon Marchand Mundur dari Kejuaraan Renang Prancis karena Cedera
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Hubert Hurkacz Tantang Sebastian Ofner di Babak Kedua Wimbledon 2026
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Jamison dan Kennedy Wilson Ubah WTC Los Angeles Jadi 512 Unit Hunian Terjangkau
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Polisi Tangkap Saudara Bintang NFL Calais Campbell atas Pembunuhan Ibu
Rabu / 01-07-2026, 19:28 WIB
Niger Berlakukan KUHP Ketat dan Resmi Keluar dari ICC
Rabu / 01-07-2026, 19:25 WIB
Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 19:25 WIB
RUPST J Trust Bank Setujui Perubahan Direksi, Fokus Perkuat Tata Kelola
Rabu / 01-07-2026, 19:25 WIB
Fitur Tersembunyi Pixel Ini Bikin Saya Hapus Aplikasi Audio Pihak Ketiga
Rabu / 01-07-2026, 19:21 WIB






