Kota-kota besar di Midwest dan Pantai Timur Amerika Serikat mengaktifkan rencana darurat dan mengubah perayaan Hari Kemerdekaan menyusul ancaman gelombang panas berbahaya dan badai parah.

Manajer darurat memperingatkan bahwa kawasan Washington D. C.

>>> Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi

menghadapi 'ancaman empat kali lipat' berupa panas ekstrem, badai parah, potensi pemadaman listrik, dan kerumunan besar liburan.

Prakiraan menunjukkan indeks panas bisa mencapai 105 derajat Fahrenheit selama periode liburan.

Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan panas dari pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat pada Rabu, dan pengawasan panas ekstrem dari Kamis pagi hingga Jumat malam.

Suhu diperkirakan mencapai 90-an atas pada Rabu dan melampaui 100 derajat dari Kamis hingga Sabtu.

Langkah Darurat di Berbagai Negara Bagian

Di Maryland, Gubernur Wes Moore mengerahkan sumber daya negara bagian untuk merespons kondisi cuaca berbahaya.

"Kesehatan dan keselamatan warga Maryland serta pengunjung yang datang ke negara bagian kami selama pekan liburan ini adalah prioritas utama kami," kata Gubernur Wes Moore.

"Status Siaga ini akan memastikan Maryland siap melindungi masyarakat dari panas ekstrem.

Kami juga meminta warga untuk tetap sejuk, terhidrasi, dan memeriksa tetangga yang rentan seperti lansia, anak-anak, dan hewan peliharaan."

Departemen Kesehatan Kota Baltimore kemudian mengumumkan Siaga Merah Panas Ekstrem dari Rabu hingga Sabtu.

Badan darurat setempat juga bekerja sama dengan mitra utilitas untuk menangani permintaan listrik tinggi dan kontingensi jaringan listrik.

>>> Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia

Juru bicara manajemen darurat Hodgson mengatakan bahwa lembaga setempat aktif berkoordinasi lintas yurisdiksi untuk menghadapi lonjakan liburan.