Produsen solusi audio profesional asal Jerman, Sennheiser Group, menghadapi tekanan perlambatan ekonomi global sepanjang tahun fiskal 2025.

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar 463,1 juta euro atau sekitar Rp 8,72 triliun (asumsi kurs Rp 18.830 per euro).

>>> Driver Ojol Resmi Jadi Pelaku Usaha Mikro per 1 Juli 2026

Angka tersebut turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski pendapatan menurun, Sennheiser tetap mempertahankan strategi investasi jangka panjang.

Perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp 911 miliar untuk penelitian dan pengembangan (R&D).

Investasi ini menunjukkan komitmen Sennheiser terhadap inovasi di tengah kondisi pasar yang menantang.

Sennheiser dikenal sebagai pemain utama di industri audio profesional, termasuk mikrofon, headphone, dan sistem konferensi.

>>> Casio Luncurkan Lima Jam Tangan Otomatis Edifice EFK-200

Perusahaan keluarga ini terus berupaya memperkuat posisinya melalui pengembangan teknologi baru.

Penurunan pendapatan sebagian besar disebabkan oleh melemahnya permintaan di beberapa pasar utama.

Namun, Sennheiser optimistis bahwa investasi R&D akan mendorong pertumbuhan di masa depan.

Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menghadirkan solusi audio berkualitas tinggi.

>>> Janet Jackson Beri Tribut untuk Michael Jackson dan Tupac Shakur di BET Awards 2026

Dengan fokus pada inovasi, Sennheiser berharap dapat bangkit kembali dan meraih pangsa pasar yang lebih besar.