Penyanyi Dua Lipa baru saja meresmikan Manifesto Library di Portugal, sebuah perpustakaan khusus yang berisi koleksi buku-buku yang pernah dilarang atau disensor di berbagai negara.

Perpustakaan ini dibuka sebagai bagian dari festival buku internasional BABELL - City of Books dan akan menjadi koleksi permanen di toko buku legendaris Livraria Lello di Porto.

>>> São João da Madeira Uji Coba Pengiriman Obat Pakai Drone

Dalam pernyataan tertulis, Dua Lipa menyebut kolaborasi tersebut sebagai mimpi yang akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun mengembangkan misinya untuk mendekatkan masyarakat dengan dunia literasi.

"Kolaborasi ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.

Ketika saya mendirikan Service95 Book Club, tujuan saya adalah menjadikannya rumah bagi para penulis dan pembaca, di mana pun mereka berada dan apa pun keadaan mereka," ujarnya, seperti dikutip dari Euro News.

Melalui Service95 Book Club, Dua Lipa rutin merekomendasikan satu buku setiap bulan sekaligus mewawancarai penulisnya dalam sebuah podcast.

Penyanyi berusia 31 tahun itu mengatakan bahwa membaca mampu mendekatkan manusia, meskipun tidak semua pihak menyukainya.

"Membaca membuat kita lebih dekat dengan dunia, tetapi sayangnya tidak semua orang menginginkan hal itu.

>>> HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Perkuat Kepercayaan Publik dan Tingkatkan Integritas

Di sini Anda akan menemukan 100 buku yang mengajukan pertanyaan atau justru pernah dipertanyakan. Sebagian dilarang di sekolah karena mengangkat isu ras atau seksualitas.

Ada pula buku untuk pembaca LGBTQIA+ yang dilarang dipajang. Bahkan, dalam beberapa kasus, ada penulis yang harus membayar karya mereka dengan nyawa," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa perpustakaan tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi buku-buku dan para penulis yang berani menyuarakan gagasan di tengah tekanan.

"Saya mengundang semua orang datang dan menentukan sendiri buku mana yang layak berada di rak ini.

Karena terkadang tindakan paling berani yang bisa dilakukan adalah membaca sebuah buku, lalu membicarakannya," lanjutnya.

Manifesto Library menghadirkan hampir 100 judul buku yang dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yakni kekuasaan, kontrol, suara, dan ingatan.

>>> Learner Tien Hadapi Marton Fucsovics di Wimbledon dengan Keunggulan Peringkat

Sejumlah karya terkenal yang tersedia di antaranya 'The Handmaid's Tale' karya Margaret Atwood, 'Felon' karya Reginald Dwayne Betts, serta beberapa buku karya Salman Rushdie dan Olga Tokarczuk.