Pemerintahan Presiden Donald Trump bersiap menggelar pidato Hari Kemerdekaan di National Mall, Washington DC, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Acara ini menjadi bagian dari perayaan semikuincentennial atau HUT ke-250 Amerika Serikat.

>>> California Jury Perintahkan Chris Brown Bayar 12,9 Juta Dolar

Namun, di balik kemeriahan, staf Gedung Putih dilaporkan cemas dengan rendahnya jumlah pengunjung.

Kekhawatiran muncul setelah beberapa musisi mundur akibat tekanan politik dan cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih Davis Ingle membela perencanaan acara. Ia menyatakan bahwa Presiden Trump memastikan perayaan HUT ke-250 berlangsung spektakuler.

"Presiden Trump memastikan Amerika mendapatkan perayaan ulang tahun ke-250 yang spektakuler — dan Freedom 250 akan mewujudkan visi bersejarah presiden," kata Ingle dalam pernyataan resmi.

Ingle menyebut pameran di National Mall sebagai upaya federal yang ditargetkan untuk menumbuhkan gerakan ideologis tertentu.

Ia menambahkan bahwa acara tersebut akan menampilkan pembaruan patriotisme dan kebanggaan nasional di bawah kepemimpinan presiden.

Dua Perayaan Terpisah

Ketua Komisi America250, Rosie Rios, menjelaskan perubahan organisasi yang melahirkan entitas Freedom 250 di Washington DC. Menurutnya, banyak rencana sudah berjalan di ibu kota.

Rios mengatakan komisinya memilih untuk mengoordinasikan perayaan alternatif di seluruh negeri, sementara acara di ibu kota diserahkan kepada cabang eksekutif.

Langkah ini memicu kritik dari anggota parlemen Partai Demokrat.

>>> Hukum Kesehatan Republik Ancam 500.000 Warga New York Kehilangan Asuransi

Senator Alex Padilla menuduh Presiden Trump memecah anggaran perayaan federal menjadi kampanye pemasaran politik.

"Presiden Trump tidak bisa menahan diri untuk tidak menjadikan ulang tahun ke-250 Amerika tentang dirinya sendiri," ujar Padilla.