Citra Satelit Tunjukkan Eropa Merah Membara Akibat Gelombang Panas
Citra satelit Badan Antariksa Eropa (ESA) memperlihatkan wilayah Eropa memerah membara akibat gelombang panas yang melanda sejumlah negara.
Gelombang panas yang memecahkan rekor suhu pada Juni ini diperkirakan telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian di benua tersebut.
>>> Mengapa Penumpang Suka Berdiri Sebelum Pesawat Berhenti Total?
ESA merilis citra suhu permukaan dari satelit Sentinel-3 yang mengorbit di orbit Bumi rendah sinkron matahari.
Satelit ini mengumpulkan data untuk memvisualisasikan gelombang panas dan membantu peneliti memahami penyebab serta dampak fenomena atmosfer yang memicu lonjakan suhu.
Dalam gambar ESA, suhu permukaan daratan ditampilkan dalam skala warna, dengan suhu lebih panas berwarna merah dan ungu.
Pada 23 Juni, tanggal pengambilan gambar, Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah bulan Juni.
Satelit Sentinel-3 mendeteksi suhu permukaan mencapai 55 derajat Celsius di beberapa wilayah Spanyol tengah, Prancis barat, dan Afrika utara.
>>> Peneliti Ungkap Manfaat Tak Terduga Teh Hijau untuk Otak
Di Madrid tercatat 48 derajat Celsius, sementara suhu permukaan di Roma mencapai 44 derajat Celsius.
Menurut Space, suhu setinggi itu belum pernah terjadi sebelumnya di sebagian besar wilayah Eropa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 1.300 kematian terkait gelombang panas ini, dan kondisi diperkirakan akan memburuk.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menulis di X bahwa Eropa adalah benua dengan laju pemanasan tercepat di Bumi, dua kali lipat dari rata-rata global.
Satelit Sentinel-3 menyediakan data suhu real-time di perairan dan daratan menggunakan instrumen Sea and Land Surface Temperature Radiometer.
>>> Nothing Phone (4b) RCB Edition Dikonfirmasi, Hadir dengan Warna Matte Red
Data ini memberikan informasi belum pernah ada sebelumnya mengenai peristiwa cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap masyarakat.
Update Terbaru
Bupati Kuansing Minta 'Mahar' Land Cruiser Rp2 M untuk Jabatan Sekda
Rabu / 01-07-2026, 20:20 WIB
KPK Temukan Land Cruiser yang Diduga Jadi 'Mahar' Jabatan Sekda Kuansing
Rabu / 01-07-2026, 20:20 WIB
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:15 WIB
Baek Ji Young Buka Suara soal Tuntut Balik Komentar Jahat
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
VW Dikabarkan Kembali Pertimbangkan Jual Lamborghini dan Ducati
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege, Mengandung Bahan Keras
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Hasil Wimbledon 2026: Janice Tjen Tersingkir di Babak 64 Besar
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
All-New Lexus ES Siap Hadir di Indonesia dengan Varian Listrik Murni
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Amran Klaim Hilirisasi Sawit Dkk Bisa Hasilkan Setara 10 Tahun APBN
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Shopee Luncurkan Belanja Instant 1 Jam Tiba untuk Kebutuhan Harian
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
OJK Dorong Pembiayaan Pertanian Lewat Program SEJAGAT di Tapanuli Utara
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
IPO Mundur, BACH Tetapkan Harga Rp442 per Saham
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
Prediksi Belgia vs Senegal di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB
Said Iqbal Akan Temui Bahlil Bahas Harga LNG US$13 per MMBTU untuk Seluruh RI
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB






