Iran memulai prosesi pemakaman besar-besaran selama enam hari pada Jumat lalu untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari.

Prosesi multi-kota ini menjadi operasi logistik besar sekaligus pertunjukan ketahanan negara bagi Republik Islam setelah empat bulan perang.

>>> Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan

Acara ini bertepatan dengan gencatan senjata sementara 60 hari yang rapuh, yang dimaksudkan untuk merundingkan kesepakatan damai akhir.

Jenazah Khamenei disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran pada Jumat, menarik ribuan pelayat dan pejabat tinggi asing dari Rusia, China, Irak, Armenia, dan Pakistan.

Penyelenggara memperkirakan antara 15 hingga 20 juta orang akan berpartisipasi dalam acara mendatang.

Pengamanan ketat diberlakukan, transportasi umum gratis disediakan, wilayah udara Teheran ditutup, dan 50 juta potong roti disiapkan.

Seruan Perlawanan dari Pejabat Tinggi

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menerbitkan pesan melalui media negara menjelang acara, menekankan perlawanan nasional selama negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Kita harus bangkit dan menyuarakan tuntutan darah bangsa kepada dunia agar dunia tahu bahwa bangsa Iran yang terhormat dan mulia tidak akan diam dalam menghadapi penindasan," tulis Ghalibaf.

Ia menggambarkan prosesi pemakaman sebagai tonggak sejarah bagi negara. "Sebuah prestasi epik yang akan menunjukkan kebesaran semangat suatu bangsa kepada dunia," ujarnya.

Dalam pesan terpisah yang disiarkan di platform negara, ia kembali menyerukan keadilan internasional dan perlawanan terhadap tekanan eksternal.

Ghalibaf menyatakan keyakinannya bahwa publik akan menunjukkan loyalitas mendalam selama perpisahan terakhir.

>>> Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah

"Iran berdiri di ambang menciptakan salah satu pemandangan terbesar dalam sejarahnya, hari ketika sebuah bangsa, dengan hati penuh cinta, loyalitas, dan rasa sakit karena perpisahan, datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada seorang pria besar," katanya.