Dampak Pembunuhan terhadap Persepsi Publik

Sina Toossi, seorang senior nonresident fellow di Center of International Policy, mencatat bahwa pembunuhan tersebut telah mengubah persepsi domestik terhadap ulama yang telah meninggal.

"Pembunuhan itu membuat Khamenei jauh lebih kuat secara simbolis dalam kematian daripada saat hidupnya," kata Toossi.

Ia menambahkan bahwa rezim menggunakan narasi tradisional pengorbanan agama untuk mengkonsolidasikan basis politik garis kerasnya.

"Khamenei kini dibingkai sebagai otoritas agama yang mati syahid, mirip dengan orang-orang suci Syiah yang dihormati yang mati syahid, yang pandangan dunianya diteguhkan oleh cara kematiannya," ujar Toossi.

Reaksi Pelayat dan Rangkaian Acara

Di tengah kerumunan di pusat Teheran, seorang mahasiswi berusia 18 tahun dari Isfahan mengungkapkan keinginannya untuk pembalasan saat menghadiri upacara peringatan bersama teman-teman sekelasnya.

"Insya Allah, hanya dengan membalas darahnya, menuntut keadilan untuk itu, dan memastikan bahwa darah pemimpin kami tidak dibiarkan tidak terbalas, kesedihan rakyat ini dapat sedikit terobati," kata Mobina Razaaghi.

Putra dan penerus pemimpin yang telah meninggal, Mojtaba Khamenei, tetap bersembunyi sejak terluka dalam serangan awal, membuat penampilan publiknya di pemakaman sangat tidak pasti.

>>> Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari

Setelah penghormatan publik di Teheran, peti mati akan dibawa ke Qom pada Selasa, diikuti prosesi melalui kota suci Syiah Irak, Najaf dan Karbala pada Rabu, sebelum pemakaman akhir pada Kamis di kuil Imam Reza di Mashhad.