Populasi Ternak Global Melonjak 50 Persen, Ancam Satwa Liar dan Ekosistem
Populasi mamalia dan unggas ternak di seluruh dunia melonjak 50 persen dalam dua dekade terakhir. Lonjakan ini meningkatkan tekanan besar terhadap ekosistem alami.
Temuan tersebut berasal dari laporan aliansi Stop Financing Factory Farming yang dikutip The Guardian.
>>> Folarin Balogun Cetak Gol Lalu Dapat Kartu Merah di Kemenangan AS atas Bosnia
Lahan untuk pakan ternak juga meluas sekitar 25 persen, mempercepat kerusakan satwa liar dan lingkungan.
Kenaikan permintaan daging terjadi bersamaan dengan degradasi lahan pertanian yang parah. Area seluas Kanada kehilangan kesuburannya, sementara irigasi pakan ternak mengonsumsi 90 persen air yang diambil.
Data ini memperbarui temuan utama laporan FAO, Livestock's Long Shadow. Sebagian besar tren pertanian global justru bergerak ke arah negatif.
Peter Stevenson, penasihat kebijakan utama Compassion in World Farming, mengatakan efisiensi produksi sering terhapus oleh ekspansi populasi ternak.
"Peningkatannya sangat besar, semata-mata karena jumlah ternak yang jauh lebih banyak sekarang," ujarnya.
>>> DFI Retail Nusantara Genjot Pertumbuhan Lewat Omnichannel, Guardian dan IKEA Jadi Andalan
Emisi peternakan global naik lebih dari seperlima antara 2001 dan 2023. Total hewan ternak mencapai 94,9 miliar pada 2023, naik dari 61,8 miliar pada 2006.
Penggunaan pupuk kimia dan pembuangan lumpur kotoran menciptakan zona mati akuatik besar, terutama di Teluk Meksiko. Kehidupan laut hancur di area yang sangat luas.
Desakan untuk Perubahan Investasi
Merel van der Mark, kepala kesejahteraan hewan dan keuangan di Sinergia Animal, menekankan perlunya pergeseran global dari pola makan tinggi daging.
Ia mendesak bank pembangunan publik yang mengalokasikan 1,23 miliar dolar AS ke peternakan intensif pada 2024 untuk segera menyesuaikan kriteria keuangan mereka.
"Ini berarti pergeseran dari produksi peternakan industri.
>>> Prabowo Terima Presiden Belarus Lukashenko di Istana Hari Ini
Bank pembangunan multilateral harus mendukungnya dengan menghentikan pembiayaan pabrik peternakan dan menyelaraskan arus keuangan dengan dunia yang lebih berkelanjutan," katanya.
Update Terbaru
Lee Min Ho Tawarkan Diri Bintangi Drakor Komedi But Your Love
Kamis / 02-07-2026, 14:10 WIB
Bournemouth Tolak Tawaran Manchester United dan Arsenal untuk Alex Scott
Kamis / 02-07-2026, 14:10 WIB
Akankah Film The Death of Robin Hood (2026) Bakal Lanjut Season 2?
Kamis / 02-07-2026, 14:09 WIB
Mengenal Emi Aramaki, Penyanyi Jepang yang Dikabarkan Jadi Istri Baru Vanness Wu
Kamis / 02-07-2026, 14:08 WIB
Roket Atlas V ULA Luncurkan 29 Satelit Amazon Leo dari Florida
Kamis / 02-07-2026, 14:08 WIB
Atlanta Hawks Lepas Jonathan Kuminga ke Pasar Bebas
Kamis / 02-07-2026, 14:08 WIB
Keluarga dan Saksi Ingat Pembunuhan Bek Kolombia Andres Escobar
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Trevor McDonald Akhirnya Menang, Giants Kalahkan Diamondbacks
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Perjanjian Obat Misterius Ini Akan Rugikan NHS Miliaran Pound
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Rusia Hujani Kyiv dengan 20 Rudal Balistik, 5 Tewas
Kamis / 02-07-2026, 14:07 WIB
Lukisan Berharga Sorolla Dikembalikan ke Keluarga di Seville
Kamis / 02-07-2026, 14:05 WIB
Tielemans Buka Suara soal Ribut dengan Trossard Saat Belgia vs Senegal
Kamis / 02-07-2026, 14:05 WIB
IHSG Menguat 1,7 Persen ke 5.792 pada Sesi I
Kamis / 02-07-2026, 14:05 WIB
Perusahaan Australia Siap Investasi Rp5,7 Triliun Bangun Pabrik Baterai di RI
Kamis / 02-07-2026, 14:01 WIB






