Gerakan Tanam Pohon: Langkah Nyata Pulihkan Alam dan Kurangi Emisi Karbon
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab bersama.
Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center, Hari Sanjaya Siregar, menekankan pentingnya upaya pemulihan lingkungan melalui gerakan penanaman pohon.
>>> Aksi Damai Dukung MBG, Gubernur Kalteng Tampung Aspirasi Warga
"Berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta dampak perubahan iklim telah meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi," kata Hari dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7).
Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan lingkungan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
Manfaat Penanaman Pohon
Melalui gerakan ini, yayasan yang dipimpinnya mengajak masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi lingkungan.
Penanaman pohon tidak hanya bertujuan menghijaukan kembali kawasan terdampak, tetapi juga memperkuat daya resap tanah terhadap air dan mengurangi potensi banjir.
Selain itu, pohon dapat mencegah erosi, menjaga kelestarian sumber mata air, serta melindungi ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
>>> Pimpinan Ponpes di Bogor Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati
"Penanaman pohon merupakan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan emisi karbon.
Pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) yang efektif, sehingga mampu membantu menekan laju pemanasan global," ujar Hari.
Semakin luas kawasan hijau yang dibangun dan dipelihara, semakin besar kontribusi Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim serta mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Hari menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan.
>>> AVPN Luncurkan Strategi Baru untuk Mobilisasi Modal bagi Transformasi Sosial dan Lingkungan Asia
Ia berharap penanaman pohon menjadi budaya dan gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian bumi.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






