Angkatan Laut Amerika Serikat menghentikan pencarian seorang pelaut yang hilang setelah helikopter yang ditumpanginya jatuh di Laut Arab awal bulan ini.

Armada Kelima AS mengumumkan pada Minggu sore bahwa beberapa kapal dan pesawat Angkatan Udara telah melakukan pencarian selama lebih dari empat hari untuk menemukan pelaut yang bertugas di Helicopter Sea Combat Squadron (HSC) 5.

>>> Mengapa Kita Mengabaikan Makanan yang Kata Ahli Perlu Lebih Banyak Dikonsumsi?

Pelaut tersebut adalah salah satu dari empat orang di dalam helikopter MH-60S Seahawk yang jatuh ke laut pada 1 Juli.

Tiga awak lainnya berhasil dievakuasi tak lama setelah kecelakaan dan dilaporkan dalam kondisi stabil pada Rabu lalu.

Helikopter itu merupakan bagian dari kapal induk USS George H.W. Bush yang sedang ditugaskan di area tanggung jawab Komando Pusat AS.

Identitas pelaut yang hilang belum diungkapkan. Berdasarkan kebijakan Angkatan Laut, nama korban baru akan dirilis setidaknya 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat.

Operasi Pencarian dan Investigasi

MH-60S melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 03.30 Waktu Timur pada Rabu. Angkatan Laut menyatakan tidak ada indikasi bahwa kecelakaan disebabkan oleh aksi musuh.

>>> Dokter Tifa Dinilai Akan Menyesal Tolak Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi

Penyebab insiden masih dalam penyelidikan.

Armada Kelima mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung lebih dari 102 jam, mencakup area seluas 14.000 mil persegi.

Lima kapal perusak, dua skuadron P-8 Poseidon, serta pesawat sayap tetap dan helikopter dari USS George H.W.

Bush dan USS Abraham Lincoln dikerahkan dalam operasi tersebut.

Kecelakaan ini merupakan yang terbaru dari beberapa insiden pesawat dalam dua bulan terakhir, setelah tiga kejadian serupa di dalam negeri AS.

>>> Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Dokter Icha di NTT

Helikopter MH-60S dari Helicopter Sea Combat Squadron 5, bagian dari Carrier Air Wing 7, secara rutin menjalankan berbagai misi mulai dari transportasi pasukan, pencarian dan penyelamatan, hingga operasi tempur.