Kolombia resmi memulai pembangunan frigat pertama buatan dalam negeri yang dijuluki Strategic Surface Platform (PES).

Kapal ini diklaim akan menjadi kapal perang terbesar dan terkuat yang pernah dimiliki negara tersebut.

>>> Attack on Titan 3: Koei Tecmo Rilis Hampir Satu Jam Gameplay Baru

Proyek ambisius ini dikerjakan oleh COTECMAR, perusahaan galangan kapal milik Angkatan Laut Kolombia.

Peletakan baja pertama telah dilakukan di fasilitas Mamonal, Cartagena, menandai dimulainya era baru industri pertahanan maritim Kolombia.

Frigat Buatan Sendiri untuk Kemandirian

Pembangunan PES bukan sekadar pembelian militer biasa.

Ini adalah ujian apakah Kolombia mampu membangun, merawat, dan meningkatkan kapal perang kompleks secara mandiri tanpa bergantung pada galangan asing.

Dengan garis pantai di Samudra Atlantik dan Pasifik, kemampuan ini sangat strategis bagi keamanan maritim Kolombia.

Wakil Laksamana Luis Fernando Márquez Velosa, mantan presiden COTECMAR, menyatakan bahwa proyek ini membuktikan rekayasa angkatan laut Kolombia setara kelas dunia.

Kapal ini dibangun dengan metode modular, menggunakan 52 blok baja angkatan laut. Metode ini memungkinkan perakitan dalam bagian-bagian besar, meningkatkan kontrol kualitas selama konstruksi.

>>> Peringatan Banjir Bandang untuk Lehigh Valley dari Minggu hingga Senin

Spesifikasi dan Teknologi Unggulan

Frigat PES memiliki panjang sekitar 353 kaki, lebar 46 kaki, dan draft 12,8 kaki.

Ukuran ini memberikan ruang bagi sensor, senjata, sistem komunikasi, helikopter, dan peningkatan di masa depan.

COTECMAR menyatakan bahwa proyek ini menjadikan Kolombia negara ketiga di Amerika Latin, setelah Meksiko dan Brasil, yang mampu membangun platform angkatan laut kompleks semacam ini.

Desain frigat didasarkan pada model SIGMA 10514 buatan Damen, perusahaan galangan asal Belanda. Damen memberikan dukungan teknis dan pasokan komponen, menggabungkan keahlian asing dengan konstruksi lokal.

Sistem tempur kapal ini diintegrasikan oleh Saab, termasuk sistem manajemen tempur 9LV, direktur kendali tembakan CEROS 200 dan EOS 500, radar pengawasan udara Sea Giraffe 4A, serta sensor perang elektronik.

PES dirancang sebagai platform multi-misi, mampu mendukung operasi anti-permukaan, anti-kapal selam, pertahanan udara, serta pengawasan dan keamanan maritim.

Pembangunan PES diperkirakan menyerap sekitar 1.500 pekerjaan langsung dan 4.000 pekerjaan tidak langsung serta induksi.

>>> Brazil Hadapi Norwegia di Babak 16 Besar Piala Dunia

Kapal ini dijadwalkan resmi diserahkan kepada Angkatan Laut Kolombia pada tahun 2030.