PT Eka Reka Palakerti Indonesia (ERP Indonesia) memperluas penerapan solusi digital di sektor manufaktur melalui kerja sama dengan PT Mattel Indonesia.

Kolaborasi ini menggunakan platform BZone, sebuah sistem Bonded Zone IT Inventory yang dirancang untuk mengintegrasikan proses logistik, pengelolaan inventori, dan pelaporan kepabeanan dalam satu ekosistem digital.

>>> Fitur YouTube Music Ini Bikin Saya Tinggalkan Aplikasi Musik Lain di Android

BZone telah terhubung dengan CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sehingga mendukung otomatisasi pelaporan dan pemantauan inventori secara real-time.

Kebutuhan Integrasi Operasional dan Regulasi

Chief Executive Officer ERP Indonesia, Anang Ind Pratama, menyatakan bahwa industri manufaktur saat ini membutuhkan sistem yang tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mengintegrasikan proses operasional secara menyeluruh.

"Perusahaan manufaktur, khususnya yang beroperasi di kawasan berikat, membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan operasional dan kepatuhan.

BZone kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui otomatisasi dan integrasi dengan sistem pemerintah," ujar Anang.

BZone diperuntukkan bagi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (Kaber), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Platform ini dibangun di atas sistem ERP yang fleksibel dan dapat dikustomisasi, mengintegrasikan inventori, manufaktur, logistik, dan pelaporan kepabeanan.

Menurut Anang, tantangan yang dihadapi Mattel Indonesia juga dialami banyak perusahaan manufaktur berorientasi ekspor.

Digitalisasi pengawasan kepabeanan mendorong perusahaan memiliki sistem yang mampu menghubungkan aktivitas operasional dengan pelaporan secara real-time.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan bukan lagi sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis. Ketidaksesuaian data atau pelaporan dapat menghambat logistik dan memperlambat arus barang.

Implementasi BZone di Mattel Indonesia menunjukkan bahwa solusi teknologi buatan Indonesia mampu memenuhi standar operasional dan kepatuhan perusahaan manufaktur global.