Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat membahayakan berbagai organ tubuh.

Kondisi ini sering disebut sebagai penyakit seribu wajah karena gejalanya sangat bervariasi dan mirip dengan gangguan kesehatan lain.

>>> Mengenal Atrofi Vagina: Kondisi Dinding Vagina Menipis Akibat Penurunan Estrogen

Dalam dunia medis, penyakit ini dikenal sebagai systemic lupus erythematosus (SLE).

Lupus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan sehat yang seharusnya melindungi dari virus atau bakteri.

Jenis-Jenis Lupus

Lupus terbagi menjadi beberapa tipe dengan karakteristik berbeda. Systemic lupus erythematosus (SLE) adalah jenis yang paling umum karena menyerang banyak organ secara bersamaan.

Cutaneous Lupus Erythematosus atau discoid lupus erythematosus hanya memengaruhi kulit.

Gejalanya berupa ruam di area yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, telinga, dan lengan, serta dapat menyebabkan kebotakan rambut.

Drug-induced Lupus muncul akibat efek samping obat tertentu, seperti obat penurun kejang dan antiaritmia. Jenis ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Neonatal Lupus adalah kasus langka pada bayi baru lahir.

Bayi dari orang tua pengidap lupus memiliki risiko lebih tinggi, meskipun penyakit ini tidak selalu diturunkan secara langsung.

>>> Polrestabes Makassar Tangkap Pelaku Pembunuhan Berencana Siswa SD

Penyebab dan Faktor Pemicu

Penyebab pasti lupus belum diketahui. Para ahli meyakini kombinasi faktor genetik, hormon estrogen, gaya hidup, dan lingkungan berperan dalam memicu penyakit ini.

Beberapa faktor yang dapat memperburuk lupus antara lain paparan sinar matahari berlebihan, infeksi bakteri atau virus, serta penggunaan obat hipertensi, antibiotik tertentu, dan obat antikejang.

Kelompok Berisiko Tinggi

Kelompok yang lebih berisiko terkena lupus meliputi perempuan, individu berusia 15–45 tahun, serta keturunan Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia.

Riwayat keluarga dengan lupus juga meningkatkan risiko.

Gejala yang Sering Muncul

Gejala lupus dapat berkembang perlahan atau muncul mendadak dengan masa kambuh yang disebut flare.

Keluhan umum meliputi kelelahan ekstrem, demam tanpa sebab, nyeri sendi, dan ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung.

Pasien juga sering mengalami sesak napas, nyeri dada, mata kering, sakit kepala, sulit konsentrasi, sariawan, rambut rontok, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

>>> Prabowo Subianto Kunjungi Prancis, Temui Macron Bahas Alutsista dan Pendidikan

Fenomena Raynaud, yaitu perubahan warna jari menjadi pucat saat dingin atau stres, juga kerap terjadi.