Kementerian Sosial mencatat sebanyak 28.478 siswa baru telah ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebutkan jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring proses verifikasi, penetapan dari pemerintah daerah, serta kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing satuan pendidikan.

>>> Harga Solar Khusus Nelayan Kapal Besar Ditetapkan Rp15 Ribu per Liter

"Data terus bergerak.

Apa yang kami sampaikan hari ini adalah data per hari ini dan masih dimungkinkan bertambah seiring hasil verifikasi dan penetapan bersama pemerintah daerah," ujar Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7).

Mekanisme Penjangkauan Aktif

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, melainkan menggunakan mekanisme penjangkauan aktif terhadap calon siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Penjangkauan dilakukan oleh para pendamping sosial di daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BPS.

Setelah diproses melalui pleno di daerah dan ditetapkan oleh bupati, wali kota, atau gubernur, barulah kami menetapkannya sebagai siswa Sekolah Rakyat," papar Gus Ipul.

Dengan jumlah siswa baru yang ditetapkan hari ini, total peserta didik Sekolah Rakyat sejak angkatan tahun lalu kini mencapai 43.346 siswa yang tersebar dalam 1.550 rombongan belajar (rombel).

"Per hari ini ada 28.478 siswa baru dan akan terus bertambah seiring penetapan dari pemerintah daerah serta menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana.

Jika ditambah siswa existing, secara keseluruhan terdapat 43.346 siswa dengan 1.550 rombongan belajar," kata Gus Ipul.

>>> Polisi Periksa 32 Saksi Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Dari total calon siswa baru, jenjang SD mencatat 6.305 siswa terbagi dalam 210 rombel, SMP sebanyak 11.186 siswa dalam 373 rombel, dan SMA sebanyak 11.077 siswa dalam 369 rombel.