Aktor dan penulis skenario Hollywood, Sylvester Stallone, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 dengan terus berjuang melindungi warisan sinematiknya.

Ia terlibat dalam sengketa kepemilikan dan menghadapi produksi dokumenter tak resmi tentang peran terobosannya.

>>> Modi Temui Prabowo, RI-India Sepakat Kerja Sama Nuklir dan Energi Surya

Dilaporkan oleh El Pais pada 6 Juli 2026, bintang veteran ini masih aktif di layar lebar lewat serial Paramount+ Tulsa King yang bersiap untuk musim keempat.

Di sisi lain, ia secara pribadi menentang produksi tanpa izin "I Play Rocky," sebuah film yang mendokumentasikan perjuangan awal kariernya.

Stallone mengaku bingung dengan keputusan perusahaan produksi mengembangkan proyek biografis tanpa keterlibatan atau konsultasi langsung darinya.

"Saya tidak tahu mengapa mereka membuatnya," kata Stallone seperti dilaporkan Los Angeles Magazine. "Semua orang tahu ceritanya."

Ia menegaskan tidak memiliki dendam pribadi terhadap film tersebut, namun berharap sejarah keluarganya digambarkan dengan akurat sepenuhnya.

Menanggapi komentar sang aktor, tim produksi menjelaskan bahwa proyek tersebut sebelumnya telah mendapat izin resmi dari Stallone.

Sutradara Peter Farrelly mengatakan kepada Playlist bahwa Stallone mungkin lupa memberikan persetujuan karena fokus menerbitkan memoarnya.

Perselisihan dokumenter ini merupakan bagian dari konflik bertahun-tahun yang lebih luas mengenai hak kekayaan intelektual waralaba tinju Rocky.

>>> Ada Kafein dalam Cokelat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hak tersebut secara hukum dimiliki produser Irwin Winkler, meskipun Stallone yang menulis naskah aslinya.

Stallone sebelumnya menceritakan penderitaan emosional dan fisik berat yang dialami semasa kecil, termasuk kelumpuhan wajah permanen akibat komplikasi medis saat lahir dan kekerasan di rumah.

"Anak-anak itu seperti tanah liat lunak.

Anda membentuk mereka, membuat penyok, menyakiti mereka, atau menjatuhkan mereka dari meja, dan mereka tidak akan kembali seperti semula.

Saya masih membawanya sampai sekarang.

Saya berharap bisa melepaskannya, dan saya berdoa, melakukan segalanya, tapi itu selalu ada," kata Stallone seperti dikutip People.

Sebelum meraih kesuksesan besar dengan film pemenang Oscar pada 1976, Stallone mengalami kemiskinan ekstrem di New York yang memaksanya membintangi film dewasa agar tidak beralih ke kejahatan.

>>> Heliot Ramos Bawa Giants Hancurkan Blue Jays 10-1

"Antara melakukan film itu atau merampok seseorang, karena saya sudah di ujung tanduk," ujar Stallone kepada Playboy.