rechenbergi saat terkejut secara teknis berbeda dengan gerakan berlari yang diukur dalam studi ini.

>>> Los Angeles Dodgers Kalahkan Colorado Rockies 8-7 dalam 11 Inning

Kecepatan rata-rata tertinggi laba-laba flic-flac tercatat mencapai 1,7 meter per detik.

Riset ini juga menemukan bahwa laba-laba berukuran lebih besar cenderung berlari lebih cepat, meski ada pengecualian pada beberapa spesies.

Laba-laba goblin oranye (Oonops pulcher) yang bertubuh mungil disebut hanya 18 kali lebih lambat dibanding si laba-laba pemburu pemegang rekor, meski bobotnya jauh lebih ringan.

Temuan ini menguatkan riset-riset sebelumnya yang menunjukkan hewan tercepat tidak selalu berasal dari yang bertubuh paling kecil atau paling besar.

Batasan yang diberikan ukuran tubuh dan anatomi terhadap energi otot disebut menjadi faktor yang lebih menentukan.

"Seekor citah, misalnya, dengan mudah mengalahkan kecepatan lari anjing berukuran serupa," kata David Labonte, ahli biomekanik hewan dari Imperial College London.

"Ini tentu karena gaya hidupnya membuat kecepatan menjadi keuntungan, tapi tetap saja dibatasi oleh hukum fisika," tambahnya.

Selain ukuran tubuh, panjang kaki turut menjadi faktor penting penentu kecepatan, bahkan pengaruhnya lebih besar dibanding kerampingan kaki.

Setelah mengukur atau menghimpun data terpublikasi soal kecepatan lari 258 spesies arakhnida, para peneliti kemudian membandingkan kecepatan tersebut dengan pohon keluarga arakhnida untuk melihat bagaimana performa masing-masing garis keturunan laba-laba.

Laba-laba pemburu darat atau ground-hunting spiders tercatat berlari paling cepat dibanding ukuran tubuhnya, yang diduga karena mereka lebih sering aktif mengejar mangsa.

Spesies yang secara evolusi lebih baru juga menunjukkan variasi kecepatan paling besar.

>>> Lily One Piece: Profil dan Fakta Menarik Nefertari D. Lily

"Pola makroevolusi performa lari dengan demikian mencerminkan bukan hanya variasi ukuran tubuh, tetapi juga morfologi kaki yang spesifik terhadap ukuran, diferensiasi ekologis, dan sejarah filogenetik," tulis para peneliti.