Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps pada 2028.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan akses internet yang berkualitas telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

>>> Samsung Galaxy S27 Pro/Ultra Dikabarkan Bakal Pakai Kamera Selfie 16MP dengan Sensor Kotak

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Nezar saat berdialog dengan pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, dikutip Minggu (5/7/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses internet hingga wilayah pinggiran.

Menurut Nezar, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga".

Infrastruktur digital yang semakin baik akan menjadi fondasi bagi ekonomi digital, produktivitas masyarakat, dan akses terhadap layanan publik berbasis digital.

Untuk mencapai target, Kemkomdigi mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan, termasuk memperluas pembangunan serat optik, memperkuat fixed broadband, dan memanfaatkan teknologi satelit.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran," jelas Nezar.

>>> Sinopsis Black Water: Abyss, Teror Buaya Ganas di Gua yang Terjebak Banjir

Pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar. Laporan mengenai wilayah tanpa sinyal masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah yang masih mengalami blank spot," tandasnya.

Pemerintah kini mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu dalam membangun konektivitas nasional.

Selain pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, penguatan jaringan dilakukan melalui kombinasi serat optik, fixed broadband, dan konektivitas satelit.

Menurut Nezar, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat. Saat terjadi bencana, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah bantuan logistik.

"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

>>> Millie Bobby Brown Ogah Tutupi Jerawat dengan Makeup, Justru Bikin Cemas

Kemkomdigi terus meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata.