Ysaye International Music Competition, ajang bergengsi bagi pemain biola muda yang berbasis di Belgia, akan menggelar babak final di Korea Selatan untuk pertama kalinya pada tahun ini.

Keputusan ini mencerminkan semakin pentingnya Asia dalam dunia musik klasik.

>>> Na Hong-jin Kembali dengan 'Hope', Sci-Fi Thriller yang Lebih Cepat dan Brutal

Babak final akan berlangsung pada 10-11 Juli 2026 di Incheon Arts Center, Gyeonggi Province, yang diselenggarakan bersama oleh Korea International Arts School dan organisasi Belgia.

Kompetisi yang didirikan pada 2018 di Liege, kota kelahiran komposer dan pemain biola Belgia Eugene Ysaye, sebelumnya selalu menggelar seluruh tahapan di Belgia.

Tahun ini, 121 pendaftar dari 23 negara mengikuti kompetisi, dengan babak penyisihan dan semifinal telah digelar di Belgia.

Sekitar 20 pemain biola diperkirakan akan bersaing di babak final.

Alasan Pemilihan Korea

Direktur dan pendiri kompetisi, Elena Lavrenova, mengatakan keputusan untuk memindahkan final ke luar negeri untuk pertama kalinya didorong oleh filosofi artistik dan geografi.

"Kami memilih Korea karena kami memiliki mitra terbaik di Korea," ujarnya dalam konferensi pers, seraya menambahkan bahwa mayoritas pendaftar kini berasal dari Asia.

Ia menekankan bahwa kompetisi yang dibangun di atas warisan artistik Ysaye ini mengutamakan kedalaman musikal dan interpretasi di atas sekadar virtuositas.

Lavrenova menemukan "gagasan yang sama tentang pendidikan dan musik" telah dipraktikkan di Korea.

>>> Gelombang Baru Acara Memasak Realitas Hancurkan Aturan Lama

Direktur artistik kompetisi, Kara Nam, yang bergabung dengan juri di Liege tahun lalu, mengatakan ia terkesan dengan penekanan kompetisi pada "kedalaman musikal dan interpretasi, bukan sekadar teknik jari yang cepat dan akurat" serta budaya juri yang transparan dan non-politis.