Afinitas dalam "filosofi musik dan pendidikan" meyakinkannya bahwa menjadi tuan rumah final di Korea "memiliki signifikansi lebih dari sekadar regional."

Ketua juri dan pemain biola veteran Joel Smirnoff mengatakan membawa final ke Korea akan memberi sinyal kepada dunia betapa pentingnya negara ini dalam musik klasik.

Ia menggambarkan musisi Korea sebagai "seimbang, penuh semangat, rajin" dan berpendapat bahwa "wajar untuk pergi ke tempat di mana apresiasi terhadap warisan musik Barat paling kuat."

Penyelenggara membingkai langkah ini sebagai bagian dari pertukaran Timur-Barat yang lebih luas, yang mereka harap akan memengaruhi pendidikan musik global dan Korea.

Kompetisi telah mengonfirmasi bahwa final akan diadakan di Korea lagi tahun depan, sebelum beralih ke model tuan rumah bersama dua tahunan mulai 2028, bergantian antara Korea dan Belgia.

Nam mengatakan hal ini akan memberikan akses yang lebih mudah bagi musisi Eropa dan Asia, sekaligus memperkenalkan penonton Korea pada "budaya yang mendukung musisi muda dengan tulus, melampaui kompetisi dan medali."

>>> Kihyun MONSTA X Percaya Insting di Album Solo 'BORDERLINE'

"Dengan menjadi tuan rumah kompetisi ini di sini untuk pertama kalinya, kami ingin berbagi gagasan bahwa musik klasik adalah budaya di mana orang terhubung dan saling mendukung pertumbuhan satu sama lain," ujarnya.