Untuk sebagian besar hantavirus, penularan dari manusia ke manusia bukanlah rute utama. Namun, ada pengecualian: virus Andes di Amerika Selatan terbukti menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Pada tahun 2026, wabah virus Andes dikaitkan dengan kapal pesiar M/V Hondius, dengan 13 kasus dan tiga kematian.

Gejala hantavirus pulmonary syndrome mirip flu, seperti demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan mual.

Beberapa hari kemudian, dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru. Kondisi ini membutuhkan perawatan medis segera.

Siapa pun yang kontak dengan tikus atau area terkontaminasi berisiko. Kelompok berisiko tinggi termasuk petani, pekerja konstruksi di pedesaan, dan mereka yang membersihkan gudang atau kabin.

Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan, menutup celah, dan menghindari pengadukan debu terkontaminasi.

Jika Anda mengalami gejala setelah terpapar tikus, segera cari pertolongan medis dan beri tahu dokter tentang riwayat paparan.

>>> Prabowo Akui Angka 8 Selalu Mengikuti Sepanjang Karier Politiknya

Tidak ada pengobatan antivirus spesifik untuk hantavirus; perawatan bersifat suportif. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang pemulihan.