Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg, Iran.

Pulau tersebut merupakan terminal ekspor minyak terbesar Iran yang menangani 90% ekspor minyak negara itu.

>>> Trump Hentikan Gencatan Senjata dengan Iran, Perang Baru Mengancam

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026).

Serangan terjadi setelah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata sementara.

"Kami menyerang Pulau Kharg tadi malam. Saya katakan jangan sentuh minyaknya karena mungkin kita akan mengambil alih Pulau Kharg," ucap Trump.

Ancaman Blokade Selat Hormuz

Selain serangan ke Pulau Kharg, Trump juga mengancam akan memblokade Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.

Ekonom AS Steve Hanke menyoroti pernyataan Trump tersebut.

>>> Xiaomi Luncurkan Mijia Washing Machine Pro 10kg dengan Teknologi Super Electrolysis

Ia menulis di akun X pribadinya bahwa Trump mengatakan militer AS mungkin akan menargetkan Pulau Kharg dan memblokade Selat Hormuz.

Hanke, profesor ekonomi terapan dari Johns Hopkins University, memberi sinyal kepada investor agar tetap memegang posisi beli (long) pada komoditas minyak.

Menurutnya, ketegangan geopolitik akan mendorong harga minyak naik.

"STAY LONG OI," tandasnya.

Jika Selat Hormuz diblokade, harga minyak diperkirakan melonjak drastis.

>>> Gaun Zendaya di Premiere 'The Odyssey' Diterbangkan Khusus Pakai Jet Pribadi

Pulau Kharg sendiri merupakan pusat ekspor utama minyak mentah Iran, sehingga serangan terhadapnya dapat melumpuhkan ekspor minyak negara tersebut.