Pemerintah Korea Selatan secara resmi meluncurkan visa digital nomad (F-1-D) atau visa workation sejak 30 Juni lalu.

Kebijakan ini memberikan fleksibilitas penuh bagi warga negara asing yang bekerja di perusahaan luar negeri untuk tinggal di Korea Selatan secara legal sambil bekerja jarak jauh.

>>> Apple dan Broadcom Umumkan Kesepakatan Chip Senilai $30 Miliar

Peluncuran resmi dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi program percontohan yang berjalan sejak Januari 2024 hingga Mei tahun ini.

Syarat Pendapatan Dilonggarkan

Salah satu perubahan paling signifikan adalah syarat pendapatan tahunan pelamar yang dipangkas setengahnya.

Pada masa uji coba, pelamar diwajibkan memiliki penghasilan minimal dua kali lipat Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita Korea Selatan tahun sebelumnya.

Kini ambang batas pendapatan menjadi hanya satu kali lipat PNB per kapita, dengan syarat pelamar memenuhi faktor usia tertentu atau bersedia tinggal di luar Seoul Raya dan wilayah penurunan populasi.

PNB per kapita Korea Selatan tahun 2025 tercatat sebesar US$36.963 (sekitar Rp668 juta).

>>> Khawatir Masa Depan Anak di Era AI? Ini Rahasia Menyiapkannya Menjadi Lifelong Learner

Bagi pelamar berusia 18-34 tahun yang tinggal di luar Seoul Raya, cukup menunjukkan bukti pendapatan minimal US$36.963, bukan US$73.926 seperti aturan sebelumnya.

Selain melonggarkan syarat finansial, pemerintah Korea Selatan juga menambah durasi izin tinggal maksimum dari dua tahun menjadi tiga tahun.

Menteri Kehakiman Korea Selatan, Jung Sung-ho, menyatakan bahwa pelonggaran aturan ini merupakan langkah strategis untuk menarik talenta global terbaik.

"Visa digital nomad ini dimaksudkan untuk memperluas peluang bagi talenta kreatif dari seluruh dunia untuk merasakan pengalaman langsung hidup di Korea Selatan," ujar Jung Sung-ho.

Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem yang nyaman bagi para pekerja ahli ini.

>>> Ramalan Zodiak 9 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Beruntung di Karier dan Keuangan

"Kami akan membangun model pemukiman yang mendorong individu berketerampilan tinggi untuk merasakan daya tarik negara ini, secara sukarela menetap, dan menjadi aset berharga bagi Korea," paparnya.