"Salah satu misi PP TUNAS adalah menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. Platform digital diharapkan mampu menghadirkan teknologi yang memastikan anak memperoleh konten sesuai usianya.

Harapannya, platform bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyediakan konten yang edukatif dan memberi manfaat bagi tumbuh kembang anak," jelas Nezar.

Ia mengapresiasi langkah Netflix dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital.

Mulai dari penyediaan fitur kontrol orang tua, pengembangan kanal khusus Kids and Family, hingga penyelenggaraan Netflix Family Festival yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional.

"Ini merupakan kontribusi positif dalam membangun ekosistem digital yang lebih ramah anak.

Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa pelindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, pelaku industri kreatif, dan keluarga," katanya.

Festival tersebut juga membuka ruang pengembangan kapasitas bagi kreator melalui kelas bersama praktisi industri animasi dan perfilman internasional.

Nezar menilai antusiasme sineas Indonesia menunjukkan potensi besar industri kreatif nasional.

"Saya mendapat kabar bahwa film Indonesia saat ini sedang berkembang sangat baik dan mampu bersaing di pasar nasional.

>>> Ramalan Zodiak 12 Juli: Scorpio Sabar dan Konsisten, Libra Jangan Memaksa

Ini momentum yang harus dimanfaatkan untuk terus memperkaya konten-konten lokal yang aman ditonton bersama keluarga, ramah anak, sekaligus mengandung nilai-nilai pendidikan dan inspirasi," ungkapnya.