Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai penyelenggaraan festival film keluarga dapat menjadi model baru dalam menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Menurutnya, pendekatan kreatif melalui karya audiovisual lebih mudah diterima masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem konten digital yang aman bagi anak.

>>> INDEF: Smelter Nikel Berpotensi Defisit Bahan Baku hingga 100 Juta Ton Tahun Ini

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Netflix atas penyelenggaraan World of Wonder.

Kegiatan seperti ini sangat baik dan sejalan dengan semangat PP TUNAS, terutama dalam menghadirkan pengalaman digital yang aman bagi anak melalui penerapan pembatasan usia dan penyediaan konten yang sesuai," ujarnya usai menghadiri Netflix Family Festival 2026 di Jakarta, dikutip (12/07/2026).

Wamen Nezar menilai kepatuhan terhadap PP TUNAS tidak hanya diwujudkan melalui penguatan fitur keamanan pada platform digital, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang mengajak masyarakat memahami pentingnya pelindungan anak di ruang digital.

"Netflix mendekati regulasi ini secara kreatif dan inovatif.

Selain menghadirkan fitur pelindungan anak, mereka juga membuka ruang bagi para kreator untuk menghasilkan konten yang aman, sehat, edukatif, dan inspiratif.

Pendekatan seperti ini membuat pesan pelindungan anak lebih mudah dipahami masyarakat," ungkapnya.

Dalam festival tersebut, Netflix juga menghadirkan pemutaran film karya sineas Indonesia serta berbagai aktivitas edukatif yang melibatkan keluarga, anak-anak, dan pelaku industri kreatif.

Wamen Nezar menilai kolaborasi semacam ini layak menjadi contoh bagi penyelenggara sistem elektronik lainnya.

"Kegiatan seperti ini bisa menjadi model sosialisasi PP TUNAS.

>>> Wamen Komdigi: Humas Harus Jadi Penjernih Informasi di Era AI