Pesan tentang perlindungan anak tidak hanya disampaikan melalui regulasi, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan, melibatkan keluarga, kreator, dan industri secara bersamaan," jelasnya.

Menurut Wamen Nezar, pemerintah terus mendorong setiap penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga berkontribusi membangun budaya digital yang sehat melalui inovasi dan kolaborasi.

Ia menyatakan implementasi PP TUNAS hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang positif.

Berbagai platform digital telah menghadirkan fitur-fitur pelindungan anak, termasuk akun khusus anak, kontrol orang tua, serta mekanisme pembatasan akses sesuai kelompok usia.

"Kami berterima kasih kepada seluruh platform yang bersikap kolaboratif.

Saat ini berbagai platform media sosial maupun layanan digital sudah menyediakan fitur-fitur khusus untuk anak dan mulai memperkuat pembatasan akses berdasarkan usia," jelasnya.

Meski demikian, Wamen Nezar menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap platform memenuhi ketentuan yang diatur dalam PP TUNAS sekaligus meningkatkan kualitas pelindungan anak di ruang digital.

"Kami berharap evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat terus meningkatkan kinerja setiap platform sehingga pelindungan anak di ruang digital semakin efektif.

>>> Ramalan Zodiak Cinta 12 Juli: Pisces Kurang Harmonis, Taurus Jaga Ucapan

Yang terpenting, semangat PP TUNAS menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, penyelenggara sistem elektronik, industri kreatif, dan masyarakat," pungkasnya.