Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan Mojtaba dalam sebuah pesan yang dirilis di akun Telegram-nya pada Sabtu (11/7).

>>> 7 Rekomendasi Drama China Esther Yu Selain Road to Success

Ia menyebut bahwa membalas dendam merupakan "tuntutan bangsa" dan "pasti" harus dilakukan.

Pesan tersebut dilontarkan dalam rangka upacara pemakaman Ali Khamenei yang digelar berbulan-bulan setelah ia tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari.

"Kami berjanji untuk membalas dendam atas darah pemimpin yang gugur dan semua syuhada dari kedua perang ini kepada para pembunuh yang keji dan tercela," kata Khamenei dalam pesannya, dikutip dari Reuters.

Prosesi Pemakaman Massal

Prosesi pemakaman Khamenei resmi dimulai pada 4 Juli lalu. Jenazah dia dan keluarganya terlebih dahulu disemayamkan di Masjid Agung Teheran hingga 5 Juli.

Selama persemayaman, delegasi sekutu Iran seperti Hamas, Jihad Islam, Hizbullah, dan Houthi hadir.

>>> Parlemen Iran ke Ketua MPR RI: Rakyat Kami Tak Menyerah pada Kezaliman

Prosesi itu juga dihadiri perwakilan dari puluhan negara termasuk pejabat tinggi Arab Saudi, Qatar, Turki, Pakistan, China, hingga Rusia.

Setelah itu, jenazah Khamenei dibawa ke Kota Qom lalu diterbangkan ke kota-kota suci Irak seperti Najaf dan Karbala.

Di Irak, jutaan orang menghadiri pemakaman tersebut termasuk pejabat tinggi.

Media televisi Iran, Press TV Iran, melaporkan 41 hingga 43 juta orang berpartisipasi dalam proses pemakaman Khamenei sejak 4 Juli.

>>> Biaya Perbaikan Tinggi dan Kecemasan Jatuh Dorong Konsumen India Pilih Ponsel Tahan Lama

"Pemakaman Khamenei ini prosesi terbesar yang disaksikan dunia," demikian laporan media itu, dikutip Al Jazeera, Jumat (10/7).