Filipina melaporkan kemunculan wabah flu burung H5N1 yang menyerang unggas peliharaan warga di Provinsi Oriental Mindoro.

Laporan tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) pada Jumat (10/7).

>>> Dokumen Bocoran Ungkap Rencana The Pokémon Company Naikkan Harga Game dan Dorong Pembelian Dua Versi

Kasus ini kembali memicu kekhawatiran terhadap penyebaran virus H5N1 yang sangat patogen.

Dalam beberapa tahun terakhir, virus tersebut telah menyebabkan kematian jutaan unggas di berbagai negara, mengganggu pasokan pangan, mendorong kenaikan harga produk unggas, serta meningkatkan risiko penularan ke manusia.

Berdasarkan laporan otoritas Filipina yang dikutip WOAH, virus H5N1 terdeteksi pada kawanan berisi 39 ekor unggas di wilayah Capalan, Oriental Mindoro.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh unggas dalam kawanan tersebut langsung dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus ke peternakan maupun wilayah lain.

Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang umumnya menginfeksi unggas, baik unggas liar maupun unggas ternak.

>>> Fantasia 2026 Umumkan Lineup Anime, Termasuk GROTESQQQUE dan Adaptasi Live-Action Junji Ito

Varian H5N1 dikenal sebagai salah satu jenis yang paling mematikan karena dapat menyebabkan kematian tinggi pada unggas dalam waktu singkat.

Selain berdampak pada sektor peternakan, penyebaran H5N1 juga menjadi perhatian dunia karena meski jarang, virus ini dapat menginfeksi manusia yang melakukan kontak erat dengan unggas yang terpapar.

Oleh karena itu, setiap kemunculan kasus baru biasanya direspons dengan pemusnahan unggas dan pengawasan ketat terhadap wilayah terdampak.

Hingga kini, otoritas Filipina terus memantau situasi di Oriental Mindoro untuk memastikan wabah tidak meluas ke daerah lain.

>>> Anime Expo 2026 Tutup Perayaan 35 Tahun dengan Lebih dari 422.000 Pengunjung

Langkah pengendalian penyakit juga dilakukan guna melindungi industri perunggasan dan meminimalkan risiko penularan lebih lanjut.